Kamis, 22 Oktober 20

Keris Diponegero Hilang Misterius di Museum Belanda

Keris Diponegero Hilang Misterius di Museum Belanda
* Lukisan Pangeran Diponegoro. (Foto: Medsos)

Jakarta, Obsessionnnews.com – Pangeran Diponegoro adalah panglima perang Jawa yang paling ditakuti oleh Belanda. Betapa tidak, untuk bisa mengalahkan Dipenegoro dalam perang Jawa, Belanda hampir mengalami kebangkrutan. Sampai akhirnya Belanda harus menggunakan cara licik untuk menangkap Pangeran.

Diponegoro memang dikenal sebagai panglima perang yang tangguh. Setelah kekalahannya dari Belanda, beberapa benda pusaka miliknya disita oleh pihak Belanda dan dibawa ke negaranya. Beberapa di antaranya ada tombak dan keris. Namun yang menarik di sini ada cerita keris Diponegoro yang hilang misterius di museum Belanda.

Seperti dikutuip dalam Majalah Historia diceritakan bahwa pada Januari 1831, sesaat setelah tiba di Belanda. Raden Saleh diminta oleh SRP van de Kasteele, Direktur Kabinet Kerajaan untuk Barang Antik (Koninklijk Kabinet van Zaldzaamheden) di Den Haag, untuk mengidentifikasi sebuah keris yang didatangkan dari Jawa.

Sebelumnya, Sentot Alibasyah Prawirodirdjo, perwira perang Diponegoro yang menyeberang ke pihak Belanda, telah mengidentifikasi dan melengkapi dengan keterangan bahwa salah satu keris yang ada di museum Belanda itu adalah keris keris Pangeran Diponegoro. Namun, Kasteele menginginkan pendapat lain dari Raden Saleh.

“Tak dapat dibayangkan, bagaimana perasaan Saleh muda saat memegang keris Diponegoro yang agung itu? Perasaan menggigil seperti apa yang mengalir dalam tubuhnya? Sebagian keluarganya berjuang di pihak Diponegoro dan untuk itu mereka harus banyak berkorban. Tiba-tiba, keris itu, pusaka itu, inti kekuatan magis Diponegoro berada dalam genggamannya,” tulis Werner Kraus dalam Raden Saleh dan Karyanya.

Raden Saleh membuat penilaian singkat mengenai keris Pangeran Diponegoro yang bernama Kiai Nogo Siluman itu:

“Kiai berarti tuan. Semua yang dimiliki seorang raja memakai nama ini. Nogo adalah ular dalam dongeng dengan sebuah mahkota di kepalanya. Siluman adalah sebuah nama yang terkait dengan bakat-bakat luar biasa, semacam kemampuan untuk menghilang dan seterusnya. Oleh karena itu, nama keris Kiai Nogo Siluman berarti raja ular penyihir, sejauh hal itu dimungkinkan untuk menerjemahkan sebuah nama yang megah.”

Ketika Raden Saleh mengungkapkan kata-kata itu, menurut Kraus, dia sebenarnya juga bisa berlutut dan menangis di hadapan keris itu. Karena tidak kuat menahan kekuatan magis di dalam keris itu. Namun, kelemahan itu tidak dia perlihatkan di kantor Van Kasteele. Orang pasti menduga, di dalam dirinya tentu bergolak perasaan luar biasa.

Mengapa keris itu diberi nama siluman?

Dalam biografi Pangeran Diponegoro, Kuasa Ramalan, sejarawan Peter Carey mencatat kemungkinan karena Diponegoro dalam perjalanan berkelananya pada 1805 menginap satu malam di Gua Siluman (Guwo Seluman) di Pantai Selatan.

Gua Siluman disebut dalam Kidung Lelembut (Nyanyian Arwah) sebagai istana arwah di bawah kekuasaan dewi pantai selatan, Ratu Kidul, yang diperintah melalui wakilnya, Putri Genowati.

Ratu Kidul mendatangi Diponegoro dalam bentuk semburat cahaya. Namun, Diponegoro demikian terserap dalam samadinya sehingga tak mempan digoda. Dia pun mundur sambil berjanji bila saatnya tiba akan datang lagi kepadanya.

“Sebilah keris pusaka Diponegoro, yang kemudian diserahkan kepada Raja Belanda, Willem I, sebagai suatu lambang kemenangan dalam perang, konon bertatahkan nama Kanjeng Kiai Naga Siluman,” tulis Carey.

Beberapa tahun setelah Raden Saleh bertemu dengan Kiai Nogo Siluman, keris itu raib secara misterius. Sedangkan pusaka lainnya, seperti tombak Kiai Rondan, dikembalikan ke Indonesia dan tersimpan di Museum Nasional (nomor inventaris 270).

Hingga kini, Kiai Nogo Siluman tidak diketahui keberadaannya. “Hilangnya keris yang merupakan pusaka Jawa itu dari museum di Belanda sejak abad ke-19 sulit dimengerti,” tulis Kraus. “Kiai Nogo Siluman kini tidak bisa diidentifikasi. Hal itu membuka ruang bagi kemungkinan munculnya interpretasi mistik dan spekulas. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.