Selasa, 14 Juli 20

Keripik Daun yang Unik dan Menyehatkan

Keripik Daun yang Unik dan Menyehatkan

Sleman – Banyaknya tanaman hijau di sekitar rumah bisa menjadikan panganan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Tidak harus dijadikan berbagai masakan. Namun, olahan sayuran hijau seperti daun singkong, bayam, kemangi, dan sirih itu pun bisa dikemas dalam bentuk keripik.

Di tangan Sri Lestari Murdaningsih, warga Dusun Sumberwatu, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman,  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), aneka daun ini bisa diolah menjadi keripik. Berangkat dari idenya untuk membuat aneka panganan unik tetapi menyehatkan, Sri lalu mencoba membuat keripik daun ini di rumahnya.

Sri menjemur daun sirih sebelum dibumbui dan digoreng
Sri  Lestari menjemur daun sirih sebelum dibumbui dan digoreng

Sejak 13 tahun lalu ia merintis usaha aneka keripik daun. Sebelumnya Sri bekerja sebagai staf administrasi di sebuah lembaga pendidikan ketrampilan di Prambanan yang tidak jauh dari rumahnya. Saat itu ia mencoba kreasinya tersebut. Ia memproduksi 1-2 kilogram, lalu ia titipkan ke toko-toko yang menjual oleh-oleh.

Melihat anak zaman sekarang, Sri mengaku terinspirasi dari kebanyakan anak yang tidak suka dengan sayuran. Agar lebih diminati anak muda juga, dia mengolahnya menjadi keripik

“Dulu awalnya hanya produksi daun bayam. Setelah bisa membuat keripik daun singkong, lalu sedikit demi sedikit saya memproduksi dengan dibantu lima orang warga dalam jumlah banyak,” tuturnya kepada Obsessionnews.com di rumahnya, Rabu (14/1/2015) sore.

Berawal dari coba-coba sampai lima kali, alhasil Sri mendapatkan rasa yang pas dan dapat diterima oleh masyarakat. “Sebenarya untuk menambah pendapatan keluarga. 70% masyarakat di sini suka keripik daun ini. Terutama keripik daun singkongnya yang laris di pasaran,” lanjutnya.

Keripiknya ini diberi nama keripik daun “Ananda”. Dilihat dari labelnya, kata dia, intinya berfokus pada anak. Sri ingin lebih menomorsatukan anaknya. Siapa tahu dengan label itu dapat mengembangkan usahanya ini. “Jika yang merasakan keripik senang, saya juga ikut senang,”” ujarnya.

Tidak hanya daun singkong, Sri juga membuat keripik dari daun bayam, kemangi, sirih, seledri, dan pepaya. Bonggol pisang pun pernah ia olah menjadi camilan gurih dan renyah. Selain itu, juga ada keripik tempe, jamur tiram, dan usus ayam.

Setiap hari Sri menyiapkan 50 kilogram beraneka daun. “Lebih-lebih saat menjelang Lebaran peminatnya semakin banyak. Yang mulanya 50 kilogram per hari bisa meningkat menjadi 500 kilogram. Bahkan ada yang memesan 400 bungkus untuk oleh-oleh,” terang ibu dua anak ini.

Melihat keripik daun singkongnya laris di pasaran, delapan tahun silam Sri mencoba berkreasi dengan daun sirih dan daun kemangi. Ternyata tak kalah pamornya, keripik daun sirih buatannya itu juga banyak peminat.

Selain renyah, keripik Sri juga kaya akan khasiat. Misalnya daun sirih, katanya, bagus untuk wanita. Daun kemangi juga berkhasiat untuk menghilangkan bau badan.

Walau sistem pemasarannya belum modern, Sri mengaku keripik buatannya pernah sampai ke Klaten, Bantul, Solo, Semarang, Jakarta, Bali,dan juga Malaysia, Korea Selatan, serta Hongkong.

Cara membuatnya sederhana. Daun singkong hanya dipotong batangnya dan direbus lalu diperas airnya. Sedangkan daun sirih dianginkan terlebih dahulu sebelum digoreng di dalam penggorengan panas. “Untuk menggoreng aneka daun ini saya menggunakan tungku dan kayu bakar. Rasanya lebih terasa disbanding menggunakan kompor gas,” paparnya.

Bumbunya campuran dari bawang putih, kemiri, ketumbar, dan garam yang dihaluskan menjadi satu dengan tepung beras.Kemudian bumbu itu dicampurkan rebusan daun dan dimasukkan ke dalam penggorengan panas.

Sri pernah masuk nominasi tiga besar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang diadakan Pemkab Sleman. Berkat kegigihannya dalam usaha keripik ini dia memperoleh juara 1 tingkat Kabupaten Sleman dan juara 3 tingkat Provinsi DIY.

Ibu dua anak ini berharap usahanya semakin berkembang. Rencananya ingin membuat inovasi baru membuat keripik buah. “Saya ingin membuat keripik dari labu siam, ubi, suwek dan gembili. Selain itu juga ingin bikin keripik dari buah naga,” pungkasnya. (Anissa Nurul Kurniasari)

Related posts