Rabu, 20 Maret 19

Keren!!! Komunitas Developer Palestina Ciptakan Game Masjid Al-Aqsha

Keren!!! Komunitas Developer Palestina Ciptakan Game Masjid Al-Aqsha
* Aplikasi game edukasi tentang Masjid Al-Aqsha. (foto: Daily sabah)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sudah tidak asing lagi bagi kita ketika mendengar kata Game. Setiap tahun selalu ada saja game versi baru karya tangan-tangan kreatif dunia yang disajikan dengan free di media ataupun di Hp Android anda. Bukan hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun banyak yang gemar bermain game.

Salah satunya komunitas Developer Palestina misalnya. Komunitas ini mengembangkan aplikasi game edukasi tentang Masjid Al-Aqsha. Mereka tak sendiri, melainkan dibantu oleh yayasan Turki.

Tujuan aplikasi tersebut yakni untuk memperkenalkan generasi muda tentang budaya dan sejarah Masjid Al-Aqsha, yang terletak di pusat Yerusalem yang diduduki Israel.

Game tersebut bernama Haris’ul Aqsa (Pelindung Aqsa), dikembangkan oleh Burj Al-Lak Lak Community Center dan sekarang tersedia untuk perangkat yang mendukung iOS dan Android.

Didesain oleh tim insinyur dan sejarawan Palestina dengan dukungan dari asosiasi Vakti Kıraat Turki, permainan ini bertujuan untuk mendidik kaum muda tentang sejarah Al-Aqsha serta latar belakang sejarah dan budaya peradaban yang dibangun di sekitarnya.

Bagi Insinyur Palestina Muhammed Abdulhak, programmer utama permainan itu merupakan tanggung jawab besar dan juga kegembiraan yang tak terlukiskan baginya bisa mengembangkan game untuk salah satu situs paling suci dalam Islam.

“Ini seperti benih. Berusaha menciptakan aplikasi yang akan mencapai jutaan pelanggan adalah tugas yang menyenangkan,” katanya seperti dilansir di muslimobsession.com, Jumat (22/2/2019).

Untuk diketahui, game tersebut terdiri dari empat tahap. Pemain harus menjawab 250 pertanyaan tentang sejarah dan agama untuk melewati level berikutnya.

Pemain akan memulai permainan sebagai “Pengunjung” di halaman Masjid Al-Aqsha dan, setelah menjawab semua pertanyaan dengan benar, ia maju untuk menerima gelar “Penjaga,” “Hamba” dan “Mentor.”

Di tingkat akhir permainan, pemain yang menjadi mentor menerima kunci gerbang Al-Maghreb di tenggara kompleks masjid, yang berada di bawah kendali polisi Israel, dan kemudian memberikan kunci ke Administrasi Yayasan Islam di Yerusalem.

Sebagaimana kita tahu, Gerbang Al-Maghreb telah dikendalikan oleh polisi Israel sejak pasukan Israel pertama kali menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967.

Sementara itu, ketua pusat komunitas Muntasir Idkeydik, menuturkan bahwa permainan ini membawa pesan bahwa Masjid Al-Aqsha akan diselamatkan oleh kebijaksanaan dan pengetahuan.

Game yang telah diunduh oleh 37.000 pengguna ponsel pintar sejak diluncurkan dua minggu lalu itu, saat ini hanya memiliki satu pilihan bahasa Arab. Namun, para pengembang game berencana akan meluncurkan versi lain dengan pilihan bahasa Inggris dan Turki. (Vina)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.