Kamis, 22 Oktober 20

Kepedulian Pemerintah terhadap UMKM Sudah Meningkat

Kepedulian Pemerintah terhadap UMKM Sudah Meningkat
* Prof Rully Indrawan (baju putih) saat menyampaikan paparannya dalam diskusi publik (foto : Humas)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengungkapkan bahwa selama ini UMKM di Indonesia dibiarkan begitu saja. Tak heran bila mereka kalah bersaing dengan sesama UMKM di negara lain, seperti Singapura dan Malaysia.

“Diantaranya dari sisi suku bunga kredit sudah kalah. Begitu juga terkait pengurusan perijinan, dan tingginya biaya logistik,” kata Prof Rully, dalam acara diskusi Empat Pilar, bertema “Optimalisasi Pemberdayaan UMKM di Tengah Pandemi,” di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (31/8).

Namun, lanjut Prof Rully, saat ini sudah banyak perbaikan yang dilakukan pemerintah. Sebut saja, suku bunga KUR yang terus menurun, hingga perijinan usaha yang tidak lagi mahal dan lama.

“Begitu juga dengan infrastruktur yang selama ini membuat ekonomi mahal, kini sudah dibangun dimana-mana. Kita sudah on the track dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia,” tandas Prof Rully.

Hanya saja, Prof Rully menekankan, pelaku UMKM saat ini tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. “Itulah sejatinya filosofi koperasi lahir sejak abad ke-18,” tegas Prof Rully.

Menurut Prof Rully, koperasi itu sebenarnya suatu hubungan formal yang kuat, sehingga membuat skala ekonomi dan usaha para anggotanya turut menguat.

Prof Rully mengakui, sekian lama bangsa ini  memahami koperasi dari perspektif yang berbeda dengan cita2 awal pendiriannya. “Kita tidak usah saling menyalahkan. Tapi ke depan, kita harus menjadikan koperasi sebagai suatu instrumen bagi perkuatan usaha anggota, yakni pelaku UMKM,” tandas Prof Rully.

Kini, di tengah pandemi Covid-19, hampir 70% pelaku UMKM terdampak, baik dari sisi supply maupun demand. Dimana pasar menurun, modal usaha kurang, bahan baku terhambat, dan sebagainya.

“Atas kondisi tersebut, pemerintah hadir dan turun tangan. Diantaranya melalui belanja negara agar ekonomi rakyat berjalan. Program PEN sudah mulai berjalan walau di awal-awal mengalami kendala,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.