Minggu, 28 November 21

Kendala Bahasa Masih Jadi Tantangan Hadapi MEA

Kendala Bahasa Masih Jadi Tantangan Hadapi MEA
* Suasana Diskusi Panel Kemenko Polhukam di Pendopo Kab Subang Jawa Barat

Subang, Obsessionnews – Penguasaan bahasa dan kepercayaan diri dinilai sebagai hambatan generasi Indonesia dalam menghadapi persaingan antar negara. Menurut Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Dupito D Simamora, secara umum sumber daya manusia (SDM) Indonesia sebenarnya diperhitungkan.

Ia memaparkan, banyak karya-karya intelektual bangsa Indonesia yang diakui bahkan digunakan oleh negara maju. Tantangan yang dihadapi ialah mental inverior (minder) ketika berhadapan dengan tenaga kerja asing yang terbiasa dengan bahasa Inggris. Hanya karena mereka berbahasa Inggris kita sering minder.

“Padahal, mereka sendiri tidak lebih baik dari kita. Bisa jadi mereka adalah hanya lulusan high school (setara SMA),” ujar Dupito kepada obsessionnews.com usai menggelar Diskusi Panel di Pendopo Pemda Kabupaten Subang, Kamis (7/5/2015).

Namun di satu sisi, lanjutnya, kita juga tetap optimis jika melihat perkembangan anak-anak muda kita yang mulai terbiasa menggunakan bahasa Inggris khususnya di media sosial. “Saya melihat anak-anak kita ternyata di media sosial terbiasa dengan bahasa Inggris,” tambahnya.

Dupito menegaskan, ada tiga pilar yang mendasari adanya MEA yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community-ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community-AEC), dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community-ASCC).

“Dengan pertemuan ini diharapkan masyarakat memahami keberadaan MEA dengan tiga pilar yang mendasarinya, yang kemudian pemerintah bekerjasama dengan berbagai kabupaten terutama Kabupaten Subang, karena Kabupaten Subang merupakan kabupaten yang menghubungkan hampir seluruh wilayah di Jawab Barat, tidak hanya itu Subang juga mempunyai seluruh potensi yang dimilikinya,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih mengapresiasi kegiatan diskusi ini. Harapannya masayarakat Subang dapat melanjutkan dan meningkatkan kekuatan bidang politik, keamanan, dan budaya serta meningkatkan daya saing nasional agar pendapatan yang dihasilkan bukan dari mengah kebawah namun lebih meningkat.

“Kita tingkatkan daya saing kita lebih maju dan jangan sampai pendapatannya dari menangah kebawah, serta produktivitas sumber daya manusianya berkualitas dengan sumber daya alam yang melimpah juga,” katanya.

Imas menambahkan dengan program 5 gapura yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Subang, bisa selaras dengan MEA yang akan dihadapi serta semua dinas dan intasi juga bisa menyelaraskannya dengan tupoksi masing-masing.

Ferry Adiyanto MSc dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan Iwan Hendri dari Universitas Subang (Unsub) dengan moderator Kolonel Sigit Priyono. (Teddy Widara )

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.