Rabu, 19 Mei 21

Kenapa Orang Bisa Alami Mimpi Buruk?

Kenapa Orang Bisa Alami Mimpi Buruk?
* Penyebab mimpi buruk. (Foto: g9sleeptight)

Mimpi buruk merupakan sebuah perasaan tidak nyaman atau menakutkan yang terjadi saat seseorang tertidur. Terkadang saat terbangun dari mimpi buruk, seseorang masih dapat merasakan perasaan yang tidak menyenangkan tersebut.

Gejala Mimpi Buruk
Pada dasarnya mimpi buruk yang umum dikenali oleh masyarakat adalah “nightmare”, yaitu keadaan yang menimbulkan perasaan tidak nyaman pada saat seseorang terbangun dari tidurnya. Seseorang yang mengalami mimpi buruk mungkin melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang menakutkan dan mengerikan pada saat terlelap sehingga tidurnya menjadi tidak tenang.

Bentuk lain yang dapat dialami adalah “night terror”, yaitu sensasi atau perasaan ketakutan dan tidak nyaman yang dapat membangunkan seseorang secara tiba-tiba dari tidurnya. Berbeda dengan “nightmare”, pada “night terror”, orang yang mengalaminya, tidak dapat mengingat mimpinya.

Bentuk ketiga adalah “sleep paralysis”, keadaan saat seseorang merasakan tubuhnya tidak dapat bergerak pada saat tidur dan dapat disertai dengan perasaan sesak napas. Sleep paralysis sering dikenal sebagai fenomena ketindihan.

Penyebab dan Faktor Risiko Mimpi Buruk
Penyebab mimpi buruk yang paling sering adalah adanya keadaan yang stres dan kondisi yang mengakibatkan kecemasan. Faktor risiko dari terjadinya mimpi buruk adalah orang yang baru mengalami trauma psikis, riwayat kegagalan, keadaan depresi, cemas, dan orang yang terlalu lelah bekerja.

Diagnosis Mimpi Buruk
Diagnosis pada umumnya ditegakkan melalui wawancara medis. Pada beberapa kasus berat, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan rekam listrik otak (elektroensefalografi) untuk menentukan apakah terdapat gelombang otak yang abnormal pada saat pasien tidur.

Penanganan Mimpi Buruk
Pada umumnya tidak ada pengobatan khusus untuk kasus mimpi buruk. Anda dapat melakukan meditasi, relaksasi, dan mengurangi beban pikiran serta beban kerja untuk mengurangi frekuensi terjadinya mimpi buruk.

Sebagian besar kasus tidak perlu penanganan dan cukup mengubah pola pikir saja ke arah yang lebih positif. Dokter pada umumnya akan melakukan terapi kognitif dan perilaku (Cognitive Behaviour Therapy – CBT) untuk membantu orang yang sering mengalami mimpi buruk. Jika mimpi buruk terjadi secara terus menerus dan mengganggu kualitas tidur, pemberian obat-obatan yang dapat menyeimbangkan kandungan senyawa kimia alami dalam otak dapat membantu kamu.

Pencegahan Mimpi Buruk
Pencegahan mimpi buruk meliputi pengurangan beban kerja serta beban pikiran. Menciptakan keadaan tenang saat bekerja, mengurangi rasa cemas, dan berlatih meditasi diyakini dapat membantu mengurangi kejadian mimpi buruk.

Kapan Harus ke Dokter?
Ketika kamu mengalami mimpi buruk secara terus-menerus dan berpengaruh pada kualitas tidur dan kesehatan kamu, tidak ada salahnya menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. (Halodoc/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.