Sabtu, 16 Oktober 21

Kenapa Indonesia Dikatakan Memakai Sistem Hukum Romawi?

Kenapa Indonesia Dikatakan Memakai Sistem Hukum Romawi?

Dalam sejarah pasti ada sistem hukum yang diwariskan. Maksudnya, Romawi menjajah sebagian besar daratan Eropa Barat seperti Inggris, Perancis dan Belanda (bukan negara Skandinavia).

Negara yang tidak mewariskan sistem hukum Romawi dinamakan Anglo Saxon, karena tidak menggunakan sistem hukum Romawi ketika memerdekakan diri dari Penjajah Romawi tetapi membuat sistem hukum sendiri. Sedangkan, negara yang mewariskan sistem hukum Romawi dinamakan Eropa Kontinental, karena menggunakan sistem hukum Romawi walaupun ketika memerdekakan diri tetap memakai sistem hukum Romawi disamping ada kodifikasi hukum yang tidak signifikan mungkin disebabkan oleh waktu, tempat dan kondisi lingkungan sebagai negara jajahan Romawi, misalnya seperti Belanda.

Begitu juga, Indonesia ketika memerdekakan diri tetap memakai sistem hukum Belanda sebagai sistem hukum Nasional serta seiringnya perkembangan situasi dan kondisi, maka ada kodifikasi hukum yang terjadi kita lalui. Selain itu, proses sistem hukum dan politik kita masih dipergaruhi oleh sistem hukum dan politik Belanda.

Sampai kapan kita membuat dan membentuk sistem hukum, ekonomi dan politik sendiri hingga kita mencapai kemerdekaan 100 %?

Sistem Hukum Romawi dan Piagam Jakarta
Sistem hukum kita menggunakan sistem hukum Romawi. Seiringnya, perkembangan waktu, tempat dan kondisi lingkungan, maka dilakukan kodifikasi hukum walaupun kurang signifikan dalam perubahan sistem hukum Romawi tersebut.

Wajarlah, Pancasila banyak kontradiksi dengan sistem hukum kita, bahkan boleh melanggar Pancasila asal tidak melanggar Undang-undang atau pasal-pasal dalam Undang-undang. Jangan heran, masyarakat kecil digusur sana dan sini yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila hingga kepentingan wong cilik diabaikan oleh sang penguasa.

Kembali ke sistem hukum Romawi, runtuhnya sistem hukum Romawi berserta adidaya kekuasaannya tidak terlepas dari pengaruh Islam ketika Khalifah Umar bin Khattab.

Oleh karena itu, Umat Islam yang mayoritas penduduk Indonesia harus istiqomah terhadap memperjuangkan nilai-nilai Islam mulai dari hal kecil sampai hal besar walaupun untuk Umat Islam itu sendiri seperti yang tertuang dalam “Piagam Jakarta” agar Umat Islam selamat dan tidak menutupi cahaya Islam serta membuka jalan untuk kepentingan umat manusia. (Suparman, Ketua Forum Demokrasi Kita)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.