Sabtu, 21 Mei 22

Kenali Wilayah Hotel Agar Tidak Kesasar

Kenali Wilayah Hotel Agar Tidak Kesasar
* Jemaah haji Indonesia. (Foto: kemenag.go.id)

Madinah – Akumulasi Jemaah haji yang tersesat jalan atau tidak menemukan jalan kembali ke hotelnya cukup banyak. Sejak kedatangan Jemaah haji pertama di Madinah sampai dengan hari kesebelas lebih dari seribu orang tercatat harus diantar kembali ke hotelnya oleh petugas Perlindungan Jemaah Haji.

Kondisi ini dapat dipahami karena memang lebih dari 95%  jemaah haji Indonesia belum pernah berhaji atau baru haji pertama. Sebagian besar lainnya belum pernah bepergian ke luar negeri. Bahkan menurut catatan Siskohat mayoritas Jemaah Indonesia berpendidikan dasar. Sehingga wajar apabila mereka mengalami kesulitan mengenali wilayah baru dalam waktu singkat.

Selain itu, kondisi cuaca Saudi yang sangat terik mempengaruhi pula kondisi psikologi Jemaah hingga mereka mudah tersasar. Serta ada pula Jemaah dari daerah tertentu yang belum begitu mengenal kota, apalagi kota sebesar Madinah dengan ratusan ribu orang menjejali kota dan masjid-masjidnya.

Membicarakan masalah “tersesat jalan” banyak anggapan bagi Jemaah yang memiliki “dosa masa lalu” yang menyebabkan mereka mendapatkan persoalan seperti tersesat jalan.

“Salah apa saya, Pak, salah apa,” kata jemaah perempuan dari Makassar itu di Masjid Nabawi saat ditemui salah satu petugas Media Center Haji Daker Airport, Jumat (27/7/2018) pagi. Ia saat itu bersama rekannya tersesat di bagian utara Masjid Nabawi. Ia lupa dari pintu mana masuk ke masjid megah tersebut.

Saat akhirnya diantar menuju pemondokan, kekhawatirannya belum juga surut. “Bagaimana nanti di Makkah,” ujarnya. Ia paham, Masjidil Haram adalah kompleks yang jauh lebih rumit dari Masjid Nabawi.

Perasaan bersalah serupa juga ditampakkan seorang jemaah asal Pamekasan. Ia mengatakan, merasa punya dosa dan mengucap istighfar berkali-kali baru teringat harus mencari petugas saat tersesat jauh dari hotelnya.

Jamak jemaah haji Indonesia menganggap tersesat di Tanah Suci semacam karma atas laku buruk mereka, baik di Tanah Air maupun di Tanah Suci. Bagaimana pandangan mereka yang paham betul dengan ilmu agama dan lika-liku perjalanan ibadah haji terkait anggapan itu?

“Tidak ada kaitannya bahwa jemaah yang kesasar dengan perilaku di Tanah Air,” kata Konsultan Pembimbing Ibadah Haji Daker Madinah Ahmad Kartono di Madinah, kemarin.

Ia mengatakan, harus dipahami bahwa bagi sebagian besar jemaah, Tanah Suci adalah lokasi yang belum mereka pahami betul. Madinah dan Makkah adalah tanah asing dengan arsitektur dan budaya yang jauh berbeda dibandingkan Tanah Air. “Sebab itu, tentu orientasi jemaah yang baru tiba belum bisa memahami lingkungan,” ujar Kartono.

Kartono yang sempat menjabat sebagai direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama, mengatakan, yang terpenting bagi jemaah adalah segera mengenali lingkungannya begitu keluar dari pemondokan, dan menghafal ciri-ciri lokasi di sekitar hotel. Selain itu, jemaah harus mengupayakan berangkat dalam rombongan dan jangan terpisah. “Bisa juga (jemaah tersesat) karena dehidrasi dan cuaca panas. Bisa juga karena tidak tahu jalan dan belum tahu kondisi seperti ini jadi stres,” kata Kartono.

Bila telanjur tersesat, Kartono mengatakan, jemaah sebaiknya kembali ke dalam masjid dan tetap di sana sembari menunggu petugas yang akan memberikan bantuan.

Meskipun tak terkait, Kartono menjelaskan, bukan berarti jemaah bisa berbuat sekenanya di Tanah Suci. Keberadaan di lokasi-lokasi sakral tersebut justru harus dijadikan kesempatan menumpuk amalan dan pahala sembari meminta ampunan atas dosa-dosa terdahulu. (ab/ab/haji.kemenag.go.id)

 

Baca juga:

Islam Lahir untuk Perbaiki Akidah Manusia

Sembilan Jemaah Indonesia Wafat

8 Jemaah Haji Indonesia Wafat

Jemaah Haji Diimbau Tak Perlu Bawa Banyak Uang

Penyelesaian Visa Jemaah Haji Sesuai Target

Kemenag Gandeng BPS Survei Kepuasan Jemaah Haji

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.