Kamis, 29 September 22

Kenaikan Tarif Listrik Perlu Dipikir Ulang

Kenaikan Tarif Listrik Perlu Dipikir Ulang

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mencabut subsidi listrik terhadap 23 juta kepala keluarga dan berlaku pada 2016 mendatang. Ini, diprediksi bakal meningkatkan jumlah warga miskin sebab selain itu juga masyarakat dibebankan dengan pencabutan subsidi bahan bakar minyak.

Dampaknya pun jelas, harga barang dan ongkos transportasi membengkat karena kenaikan tersebut melahirkan efek domino terhadap perekonomian nasional.

Riyanto, peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, seharusnya pemerintah membuat sistem pengawasan yang baik dan bukan malah mencabut subsidi. Sebab menurut dia, subsidi yang saat ini diberikan mendorong masyarakat tidak berhemat.

“Subsidi listrik menurut Undang-Undang masih kewajiban pemerintah. Di dalamnya, mereka yang tidak mampu masih berhak. Lantas siapa yang tidak mampu ini?” tandas Riyanto di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (1/11).

Saat ini, ada 17,6 juta rumah tangga yang masuk ke kelompok miskin dan rentan miskin dengan pengeluaran rata-rata Rp 600 ribu perbulan. Sebelum mencabut subsidi, sebaiknya PLN menyisir rumah tangga tersebut guna memastikan pemberian subsidi yang tepat.

“Kita lihat dalam dua bulan ini mereka mampu tidak mengerjakannya,” sebut Riyanto.

Pasca kenaikan tarif listrik nanti, Riyanto menduga bakal mendongkrak kenaikan inflasi hingga 1,74% di tahun 2016 nanti.

“Jadi total inflasi akan ada tambahan 4 persen kalau pemerintah tidak menangani serius,” kata dia.

Belum lagi dampak sosialnya. Begitu kenaikan terjadi dan tagihan listrik membengkak, individu yang tadinya cukup-cukup saja bakal jatuh ke dalam kelompok rentan miskin.

“Kemungkinan besar, kalau naik 250 persen itu cukup besar. Dan perlu dipikirkan kecemburuan sosial. Misalnya ada yang disubsidi dan ada yang tidak. Nah ini yang perlu dipikirkan,” jelasnya.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.