Rabu, 29 Januari 20

Kenaikan BBM Karena Program Pemerataan 2017?

Kenaikan BBM Karena Program Pemerataan 2017?
* Pengamat ekonomi dari UGM, Revrisond Baswir.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menyesuaikan kondisi harga minyak mentah dunia, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 300 untuk jenis Pertamax Serius, Pertalite dan Dexlite.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Revrisond Baswir, mengungkapkan kenaikan harga BBM ini merupakan tanda kondisi Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) sedang tidak sehat.

“Kenaikan harga BBM ini terkesan bukan lagi untuk menambah pendapatan, tetapi untuk membayar utang-utang. Tapi di sisi lain kita lihat juga apakah untuk menambal defisit APBN, atau merupakan kebijakan pemerintah atas kebijakan program pemerataan di tahun 2017,” ungkapnya ketika dihubungi Obsessionnews.com, Kamis (5/1/2017).

Ia menuturkan, kenaikan harga BBM ini diperlukan kejelasan dari pemerintah apakah untuk menambah menambal defisit negara, atau memang sengaja dibuat rancangan atas kebijakan Presiden di tahun 2017 yakni program pemerataan.

“Saya mengapreasi pada Presiden yang fokus program pemerataan di tahun 2017. Namun tinggal bagaimana program tersebut ke depan ditindaklanjuti secara rinci, perlu dijabarkan dan dilaksanakan seperti apa,” tutup Revrisond

Sementara itu Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro dalam keterangan persnya, Kamis (5/1), menjelaskan kenaikan BBM tersebut merupakan kebijakan korporasi Pertamina, di mana review telah dilakukan secara berkala.

Perubahan harga yang mulai terhitung mulai pukul 00.00 WIB tanggal 5 Januari ini diberlakukan untuk semua daerah.
“Penyesuaian dilakukan sebesar Rp300 per liter untuk seluruh jenis BBM umum di semua daerah,” ungkap Wianda.

Ia menerangkan, harga Pertamax di DKI Jakarta dan seluruh provinsi di Jawa-Bali ditetapkan sebesar Rp8.050 per liter yang semula Rp7.750 per liter. Adapun, di daerah yang sama Pertalite menjadi Rp7.350 per liter dari sebelumnya Rp7.050 per liter.

Selain itu, untuk wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat Pertamina Dex dilepas diharga Rp8.400, sedangkan Rp8.500 per liter untuk DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk Jawa-Bali-Nusa Tenggara, dexlite yang menjadi pilihan baru untuk produk diesel ditetapkan menjadi Rp7.200 per liter.

Wianda mengungkapkan, permintaan BBM hari demi hari terus mengalami peningkatan yang dinilai bahwa konsumen semakin peduli terhadap kenyamanan berkendara dengan memilih BBM yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.

“Selama masa Satgas Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 ini konsumsi Pertamax dan Pertalite telah merebut sekitar 57% pangsa pasar gasoline yang menggambarkan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk-produk BBM non subsidi Pertamina semakin baik,” katanya. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.