Kamis, 16 September 21

Kemnakertrans Optimalkan Failitas 56 Kios 3 in 1 untuk Atasi Pengangguran Baru

Kemnakertrans Optimalkan Failitas 56 Kios 3 in 1 untuk Atasi Pengangguran Baru

 

Imar

Jakarta-Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengoptimalkan keberadaan  56 Kios 3 in 1 untuk mempercepat upaya mengatasi pengangguran yang jumlahnya mencapai 7,17 juta orang (5,92 persen)  dari jumlah angkatan kerja Indonesia yang mencapai 121,2 juta orang, (BPS Februari 2013 ).

 

Kios 3 in 1 merupakan layanan khusus di Balai Latihan Kerja (BLK) yang memadukan dengan lembaga pelatihan, sertifikasi dan lembaga penempatan tenaga kerja yang dilayani dalam satu atap. Saat ini terdapat 13 buah Kios 3 in 1 Unit Pelayanan Teknis Pusat (UPTP) milik Kemnakertrans  dan  43 buah milik Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang dikelola pemerintah daerah.


Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnakertrans Abdul Wahab Bangkona mengatakan Setiap tahun pemerintah harus mengantisipasi adanya penambahan jumlah para pencari kerja yang baru saja lulusan dari berbagai level pendidikan. Namun realitasnya kebanyakan lulusan itu belum siap bekerja karena kurang memiliki kompetensi dan keahlian kerja yang diharapkan pasar kerja.


“Kondisi ketenagakerjaan Indonesia saat ini memerlukan perhatian dan penanganan yang serius.  Timbulnya pengangguran baru disebabkan antara lain kondisi ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan kesempatan.lowongan kerja yang tersedia, ketidaksesuaian antara keahlian dan kompetensi pencari kerja dengan persyaratan dan kualifikasi pasar kerja kata Abdul Wahab  di Jakarta pada Selasa (4/6) sesuai menjadi narasumber dalam acara Forum Komunikasi Bakohumas di Cevest Bekasi pada Selasa (4/6/2013).

Abdul Wahab mengatakan Jumlah lowongan kerja yang tersedia masih cukup banyak, namun tidak dapat terisi pencari kerja. Sebagian besar disebabkan rendahnya tingkat pendidikan serta tidak sesuainya keahlian dan ketrampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan .

“Salah satu solusi yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah lowongan kerja yang dapat terisi, para pencari kerja dapat memenfaatkan keberadaan Kios 3 in ! di BLK untuk meningkatkan keahlian dan keterampilannya sehingga bisa sesuai dengan kualifikasi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan, kata Abdul Wahab..

“Keberadaan Kios 3 in 1 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja para lulusan pendidikan mulai SD sampai perguruan tinggi sehingga mereka lebih siap bersaing menemukan pekerjaan yang ideal,

Sebelum mendapatkan pekerjaan, kata Abdul Wahab, pencari kerja  bisa belajar dan berlatih dulu di BLK. Bahkan mereka pun bisa menggunakan Kios 3 in 1 yang memilki fasilitas dan program pendampingan untuk pelatihan, sertifikasi pelatihan dan penempatan kerja.

Bahkan saat ini  setiap kios 3 in 1 dilengkapi Aplikasi Kios 3 in 1 yang terus dikembangkan Kemnakertrans  sudah memanfaatkan teknologi komputer berbasis web/internet yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam sistem manajemen pengelolaan pelatihan, sertifikasi dan penempatan yang bisa dimanfaatkan oleh para pencari kerja dan masyarakat umum.

“Pola pelatihan di Kios 3 in 1 dapat disesuaikan pada jenis pelatihan sesuai yang dibutuhkan di daerah masing-masing. Seperti pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektonik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan, serta lainnya.

Agar keberadaan Kios 3 ini 1 ini dapat lebih optimal mengatasi pengangguran, Abdul Wahab mengajak peran pemda di seluruh Indonesia untuk benar-benar mendukung dan mensosialisasikan bagi para pencari kerja sehingga memudahkan mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan.

“ Pihak perusahaan pun diharapkan membuka diri untuk memberikan informasi kebutuhan pekerja bagi para pencari kerja. Agar terjadi “Job matching” yang dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, “kata Abdul Wahab.

Untuk mendukung program  kios3 in 1 ini Abdul Wahab mengatakan pemerintah akan memberdayakan 3.132 orang instruktur yang bekerja di balai-balai latihan kerja (BLK). Saat ini terdapat 13 BLK UPTP milik Kemnakertrans dan 252 BLK UPTD milik pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.