Sabtu, 16 Oktober 21

Kemeriahan “Bok Cinta” di Kampung Bustaman

Kemeriahan “Bok Cinta” di Kampung Bustaman

Semarang, Obsessionnews – Keramaian terjadi di salah satu gang sempit bernama Kampung Bustaman, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pagelaran seni yang diadakan hampir satu bulan ini menyedot banyak animo khalayak umum.

Inilah festival “Tengok Bustaman” yang diselenggarakan setahun sekali oleh para pemuda Kampung Bustaman. Acara tersebut diadakan selama hampir satu bulan, yakni dari tanggal 31 Januari hingga 28 Februari nanti.

Warga baik muda ataupun tua berkumpul mengikuti rangkaian acara Tengok Bustaman
Warga baik muda ataupun tua berkumpul mengikuti rangkaian acara Tengok Bustaman

Masyarakat di sekitar berdatangan kemari, baik sekadar untuk melihat-lihat ataupun mencicipi hidangan yang disediakan oleh warga. Seperti yang dirasakan oleh Oca (20), warga asal Bekasi yang sekarang menjadi mahasiswa di Semarang. Oca penasaran dengan acara yang diselenggarakan oleh warga Bustaman.

Salah satu bentuk seni yang ditorehkan seniman
Salah satu bentuk seni yang ditorehkan seniman

“Seneng banget, M. Asyik. Tadi saya dicorat-coret oleh panitia. Tadinya sih penasaran aja dikasih tau sama temen yang orang Semarang, jadinya ya kita samperin buat liat-liat,” tuturnya kepada obsessionnews.com (1/2/2015).

Pengunjung yang datang dicorat-coret mukanya untuk memeriahkan acara ini. Dengan mencorat-coret wajah, warga daerah sekitar yang terutama para pemuda diharapkan menjadi lebih berani dan kritis ketika berbicara di muka umum.

“Dulu anak-anak di daerah ini istilahnya mbok-mbokan (pemalu). Alhamdulillah, sekarang anak-anak di sini sudah berani bicara di depan umum. Mereka sudah berani menyampaikan uneg-unegnya di forum. Itu yang paling penting,” ungkap Wahyuno, Ketua RW 3 Kampung Bustaman.

Acara Tengok Bustaman ini bertema “Bok Cinta” yang merupakan idiom dari para remaja Bustaman yang tergabung dalam Ikatan Remaja Bustaman (IRB) sebagai nama dari salah satu tempat nongkrong mereka di pojok gang sempit tersebut.

Tema tersebut diambil sebagai bentuk aspirasi lantaran semakin sedikitnya ruang berkumpul atau nongkrong bagi anak muda. “Bok” berarti tempat nongkrong, sedangkan “Cinta” sebagai energi positif yang menyatukan semua orang, ungkap Adin, salah seorang pelaksana kegiatan ini.

“Bok Cinta” diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran seni rupa, karnaval koplo, sinema karavan, hingga festival dan bazar yang dipersembahkan oleh Japan Foundation yang dilaksanakan oleh komunitas Hysteria dan Kampung Bustaman itu sendiri.

Pameran seni menampilkan berbagai karya warga Bustaman dan seniman-seniman yang ada di Semarang. Kegiatan yang tak kalah menariknya adalah performance art dan bazar makanan dari warga sekitar.

Acara dimeriahkan dengan hadirnya 10 seniman lokal, di antaranya Annisa Rizkiana, Arief Hadinata, Bowo Kajangan, Bayu Tambeng, Hysteria, Imam Bucah, Papillon, Serrum, dan Tri Aryanto. Mereka ditantang untuk berkreasi membuat karya seni yang bertema “Bok Cinta”.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengikuti kemeriahan acara
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengikuti kemeriahan acara

Hadir pula walikota Semarang Hendrar Prihadi di kesempatan ini untuk mengapresasi kegiatan kreatif yang diselenggarakan warga Bustaman. “Karyanya unik-unik, sehingga bisa menarik warga untuk berkeliling di salah satu kampung khas di Kota Semarang ini,” ungkapnya.

Rencananya acara Tengok Bustaman akan diadakan di dua tempat, yaitu di Kampung Bustaman dan Grobak Art Kos, di jalan Stonen No. 29, Gajahmungkur, Kota Semarang. (Yusuf Isyrin Hanggara)

Related posts