Selasa, 22 September 20

Kementerian PPPA Kecam Kasus Penganiayaan Anak Oleh Ibu Tirinya

Kementerian PPPA Kecam Kasus Penganiayaan Anak Oleh Ibu Tirinya
* Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Nahar. (Foto: Kemen PPPA)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memberikan perhatian khusus terhadap kasus penganiayaan keji atas korban AM (10) oleh ibu tirinya sendiri, Putri Indah Lestari, warga Desa Sukajaya, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kejadian ini menjadi alarm peringatan keras masih maraknya kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang-orang terdekat.

“Kemen PPPA mengecam tindakan keji pelaku yang tega memukul kepala korban dengan gagang sapu, dan akhirnya membakar kedua tangan korban di atas kompor hingga menyebabkan luka bakar dan cacat permanen. Tindakan keji ini tidak seharusnya dilakukan oleh seorang ibu,” tegas Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar yang dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis, Senin (16/12/2019).

 

Baca juga:

Kemen PPPA Gelar Pelatihan Penguatan Mental Calon Pekerja Migran Indonesia

Pelaku Industri Rumahan di Kendal Rasakan Manfaat Bantuan dari Kemen PPPA

Upaya Kemen PPPA Lindungi Hak Pekerja Perempuan

 

Kemen PPPA juga mengapresiasi aparat Polres Pesawaran, dalam hal ini Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, yang telah menangkap pelaku dan melakukan penyidikan. Kemen PPPA berharap pelaku dapat dikenai pasal yang berlaku sesuai dengan Undang – Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun dan atau denda hingga 100 juta rupiah.

“Kemen PPPA telah berkoordinasi dengan Dinas PPPA Provinsi Lampung untuk melakukan pendampingan terhadap korban. Dinas PPPA akan melakukan konseling terhadap korban yang saat ini diungsikan di rumah aman. Dinas PPPA Provinsi Lampung beserta psikolog akan senantiasa melakukan pendampingan dalam bentuk trauma healing selama proses penyidikan dan hingga kasus ini diputuskan dalam pengadilan,” tutur Nahar.

Lebih lanjut Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Provinsi Lampung sendiri akan melakukan assestment atas kasus penganiayaan ini pada Senin ini untuk mengetahui penanganan lebih lanjut terhadap korban. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.