Kamis, 4 Juni 20

Kementerian ESDM Optimis Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Akan Terpenuhi

Kementerian ESDM Optimis Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Akan Terpenuhi
* Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis seluruh kebutuhan batubara dalam negeri akan terpenuhi dari produksi nasional. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya penurunan permintaan batubara. Kendari demikian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis seluruh kebutuhan batubara dalam negeri akan terpenuhi dari produksi nasional.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Komunikasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan, realisasi Domestic Market Obligation (DMO) hingga triwulan I mencapai 31,53 juta ton atau 20% dari target DMO tahun 2020. Sementara total produksi nasional triwulan I sebesar 143 juta ton.

“Adanya pandemi Covid-19 memang membuat permintaan batubara dari industri turun. Tapi, realisasi tersebut sudah bisa menutupi kebutuhan domestik,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2020).

Agung merinci realisasi DMO batubara tersebut terdiri atas penyediaan tenaga listrik (Perusahaan Listrik Negara/PLN) sebesar 25,6 juta ton. Adapun kebutuhan batubara domestik untuk sektor non kelistrikan umum mencapai 5,93 juta ton.

“Ini masih bisa mengcover kebutuhan PLN dan non kelistrikan umum,” tegasnya.

Pemerintah telah menargetkan jumlah DMO batubara di tahun ini sebesar 155 juta ton. Agung menjelaskan, ancaman koreksi harga batubara di pasar global dipercaya mulai mempengaruhi produksi dan penjualan batubara di dalam negeri.

“Apabila pandemic Covid-19 masih berlanjut, maka permintaan batubara domestik diperkirakan turun sekitar 5%,” ujar Agung.

Pemerintah telah menetapkan harga jual batubara untuk kelistrikan umum sebesar USD70 per ton di tahun 2020. Sedangkan, harga jual batubara untuk industri lain di dalam negeri mengacu pada Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan pemerintah setiap bulan.

“HBA April ditetapkan sebesar USD65,77 per ton atau turun USD1,31 per ton dari bulan sebelumnya USD67,08 per ton,” ungkap Agung.

Meski begitu, lanjutnya, pemerintah tetap memastikan akan menjaga permintaan batubara untuk berbagai industri di dalam negeri dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri, meski di tengah pandemi. Hal ini mengingat produksi batubara masih sesuai dengan rencana yang ditetapkan sehingga pasokan tetap terjaga. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.