Kamis, 26 Mei 22

Kementerian ATR Wujudkan Birokrasi Modern Bersama CSDILA

Kementerian ATR Wujudkan Birokrasi Modern Bersama CSDILA
* Pelatihan Sistem Informasi Pertanahan Modern (SIPM) secara virtual. (Foto: dok humas BPN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus bebenah menuju ke arah perubahan. Perubahan tersebut dilakukan untuk dapat mewujudkan birokrasi modern sebagai lembaga pengelola penataan ruang dan pertanahan yang terpercaya dan berstandar dunia di tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto, dalam pelatihan secara virtual terkait program Kementerian ATR/BPN yaitu Sistem Informasi Pertanahan Modern (SIPM) hari kedua melalui video conference, sebagaimana dalam siaran pers, Jumat (29/1/2021).

“Salah satu langkah untuk mewujudkan birokrasi modern melalui capacity building bersama Center for Spatial Data Infrastructures and Land Administration (CSDILA) Melbourne University Australia ini, saya berharap akan ada peningkatan pengetahuan terhadap SIPM dan dapat digunakan untuk mentransform dari manual ke digital khususnya dalam pertanahan dan tata ruang,” tutur Himawan Arief Sugoto.

“Program transformasi digital sudah banyak dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN, kita juga berhasil mengalihkan beberapa pelayanan menjadi layanan elektronik. Meskipun demikian, perubahan tidak akan berhenti dan Kementerian ATR/BPN akan terus belajar serta melakukan banyak inovasi,” tambah Himawan Arief Sugoto.

Sebagai informasi, transformasi digital menjadi program dan kegiatan prioritas dalam pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2021 dari Kementerian ATR/BPN. Pelaksanaan transformasi digital juga bertujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat serta sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo, terhadap terciptanya Digital Melayani atau Dilan.

Direktur CSDILA, Prof. Abbas Rajabifard, mengucapkan terima kasih karena telah dipercaya dan senang melihat antusiasme dari semua partisipan yang hadir di hari kemarin dan hari ini. “Untuk materi hari ini akan memberikan pengetahuan terkait teknologi yang mungkin dapat diadopsi di Indonesia. Kita akan membicarakan tentang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” ujar Prof. Abbas Rajabifard. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.