Senin, 4 Juli 22

Breaking News
  • No items

Kementerian ATR/BPN Terapkan Manajemen Risiko untuk Peningkatan Kualitas Data PTSL

Kementerian ATR/BPN Terapkan Manajemen Risiko untuk Peningkatan Kualitas Data PTSL
* Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Agust Yulian dalam acara pelatihan Qualified Risk Management Officer (QRMO) yang berlangsung secara daring. (Foto: Humas Kemen ATR/BPN)

Obsessionnews.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus berupaya meningkatkan kualitas data pertanahan melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Peningkatan kualitas data tentunya harus diikuti juga dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Salah satu kemampuan yang harus diasah ialah manajemen risiko.

“Kesempatan kali ini ATR/BPN sedang mendapat momentum terkait peningkatan kualitas hasil pendaftaran tanah melalui PTSL. Seluruh satuan kerja sedang bahu-membahu melakukan upaya tersebut. Ini bisa dijadikan momentum betapa antisipasi atas permasalahan di kemudian hari menjadi sangat penting,” ucap Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Agust Yulian saat membuka acara pelatihan Qualified Risk Management Officer (QRMO) yang berlangsung secara daring, Senin (23/05/2022).

Agust Yulian mengatakan, manajemen risiko sejatinya adalah sesuatu yang sudah diajarkan sedari dini melalui peribahasa lebih baik mencegah dari pada mengobati. “Pada kesempatan hari ini akan diberikan sistematisasi dari arti peribahasa tersebut dalam rangka manajemen risiko berbasis ISO 31000,” ujar Agust Yulian.

Ia kemudian menyampaikan bahwa pelatihan yang difasilitasi oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian ATR/BPN ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan pengetahuan para peserta dalam penerapan manajemen risiko.

Metode sertipikasi kemudian dipilih dalam penyamaan persepsi dan pengetahuan manajemen risiko di lingkup Kementerian ATR/BPN. “Mekanisme kita memang metode sertifikasi, karena proses sertifikasi profesi ini memberi jaminan atau tata kelola untuk kita memelihara pengetahuan tersebut,” terang Agust Yulian.

Ia berharap, pelatihan dan sertifikasi ini bisa memberi pengetahuan tambahan kepada peserta dalam mencari solusi terkait kemungkinan-kemungkinan permasalahan yang terjadi di masa depan menggunakan metode-metode yang sudah diteliti dan teruji. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.