Sabtu, 23 Oktober 21

Kemenperin Standarkan Produk Tower Transmisi dan Konduktor

Kemenperin Standarkan Produk Tower Transmisi dan Konduktor

Jakarta, Obsessionnews – Demi memuat spesifikasi produk yang dibutuhkan, Kementerian Perindsutrian menetapkan standar spesifikasi dan harga untuk tower transmisi dan konduktor dalam negeri.

Hal ini dilakukan sesuai amanat dalam peraturan Menteri Perindustrian Nomor 15 tahun 2016 tentang Standar Spesifikasi dan Standar Harga Tower Transmisi serta Konduktor Produk Dalam Negeri dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur dan ketenagalistrikan oleh Pemerintah.

Standar spesifikasi tower transmisi diantaranya tipe 150 kV, 2x Hawk; 150 kV, 2x Zebra; 275 kV, 2x Zebra; dan 500 kV, 2x Zebra. Sedangkan untuk standar spesifikasi konduktor meliputi: (1) Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN) 41-7:1981 untuk Aluminium Conductor Steel Reinforced dengan luas penampang 240 milimeter persegi (ACSR 240/40).

Selain itu, (2) SPLN 41-7:1981 untuk ACSR 435/55; (3) SPLN T3.001-4:2015 untuk ACSR 250; (4) SPLN T3.001-4:2015 untuk ACSR 450; (5) SPLN T3.001-1:2015 untuk Aluminium Conductor Steel Reinforced dengan Aluminium Clad Steel dengan luas penampang 250 milimeter persegi (ACSR/AS 250); dan (6) SPLN T3.001-1:2015 untuk ACSR/AS 450.

Permenperin ini juga menegaskan kewajiban pemenuhan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk tower transmisi dan konduktor minimal 40 persen. melalui sertifikat tanda sah nilai dari TKDN. Sementara itu, penghitungan nilai TKDN dan penerbitan sertifikatnya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk itu, Kemenperin melakukan pengawasan mengenai ketentuan nilai TKDN tersebut. Apabila ada yang tidak sesuai, Menperin berhak untuk mencabut sertifikat TKDN-nya.

Ditegaskan juga bahwa spesifikasi dan harga dalam kontrak dan pemesanan yang telah ditetapkan sebelum diberlakukan Permenperin ini, dinyatakan tetap berlaku. Peraturan ini berlaku sejak tanggal diundangkan pada 4 Maret 2016.

“Permenperin ini memuat spesifikasi produk yang dibutuhkan, sehingga industri di dalam negeri bisa menyiapkan standar produknya,” Pungkas Menteri Perindustrian Saleh Husin. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.