Minggu, 25 Oktober 20

Kemenperin Dorong Kompetensi SDM Industri Alat Berat Semakin Mumpuni

Kemenperin Dorong Kompetensi SDM Industri Alat Berat Semakin Mumpuni
* Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  memberikan apresiasi kepada Komatsu Indonesia yang telah membuka kelas vokasi untuk pendidikan sektor manufaktur alat berat.  (Foto: Kemenperin)

Komatsu merupakan salah satu perusahaan yang ikut terlibat dalam kegiatan pendidikan vokasi yang diinisiasi oleh Kemenperin sejak tahun 2017, yaitu program link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Hasilnya Komatsu kini membuka kelas vokasi dan mampu menjaring sebanyak 35 SMK di Pulau Jawa.

“Kami meyakini, dengan didukung oleh SDM yang mumpuni, industri kita akan lebih produktif, inovatif, dan kompetitif. Apalagi, industri manufaktur merupakan penggerak utama perekonomian nasional. Salah satunya ditopang dari industri alat berat,” paparnya.

 

Baca juga:

Kemenperin Kuatkan Kolaborasi Guna Bangun Konektivitas Industri 4.0

Kemenperin Kembangkan Arang Bambu Jadi Komponen Baterai

Kemenperin Jadi Ujung Tombak Pengembangan Sektor Riil

Berdasarkan data Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi), volume produksi alat berat untuk sektor kontruksi dan pertambangan pada tahun 2015 sebanyak 3.535 unit, terus meningkat menjadi 7.981 unit di 2018. Sepanjang semester I/2019, produksi alat berat telah menembus hingga 3.240 unit.

Produsen alat berat di Indonesia tidak hanya mampu merakit alat berat, tetapi juga sudah memproduksi komponennya. Salah satu pabrikannya, Komatsu Indonesia, yang mencatatkan penjualan alat beratnya sebanyak 465 unit pada Januari 2019, naik 14,8% dari periode yang sama tahun lalu. Capaian ini meraih pangsa pasar hingga 44%.

Eko menambahkan, untuk meningkatkan peran industri dalam pengembangan pendidikan vokasi industri, Kemenperin telah mengusulkan pemberian insentif berupa pengurangan penghasilan kena pajak sebesar 200% dari total biaya yang dikeluarkan perusahaan.

“Insentiif fiskal ini diberikan bagi sektor industri yang melakukan kegiatan pembinaan dan pengembangan pendidikan vokasi,” terangnya.

Kebijakan insentif tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP No. 94 Tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan.

“Aturan ini diyakini dapat memberikan perubahan dalam pengembangan pendidikan vokasi industri di Indonesia. Kami pun berberharap industri dapat memanfaatkan insentif tersebut,” imbuhnya.

 

Halaman berikutnya 

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.