Sabtu, 14 Desember 19

Kemenparekraf Promosikan Pariwisata Indonesia Lewat Sales Mission

Kemenparekraf Promosikan Pariwisata Indonesia Lewat Sales Mission
* Acara Sales Mission digelar di Suai Gala Room Timor Plaza Hotel & Apartement Dili, Timor Leste, pada Kamis 14 November 2019. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengoptimalkan promosi pariwisata Indonesia di area crossborder, khususnya pasar Timor Leste, dengan menggelar sales mission yang melibatkan sejumlah travel agent atau tour operator.

Dari keterangan tertulis Kemenparekraf yang diterima obsessionnews.com pada Senin (18/11/2019) Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh Ricky Fauziyani mengatakan, sales mission yang memamerkan berbagai destinasi menarik Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah program yang telah dijalankan sebelumnya untuk pasar Timor Leste.

“Sales mission ini adalah tindak lanjut dari serangkaian famtrip (familiarization trip) yang kita gelar ke beberapa destinasi super prioritas. Seperti Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur (Joglosemar), Danau Toba serta Bali dan Jakarta. Sekarang giliran travel agent/tour operator (TA/TO) Indonesia yang menawarkan produk kunjungan ke Indonesia kepada buyer asal Timor Leste,” ujar Ricky.

Sales Mission digelar di Suai Gala Room Timor Plaza Hotel & Apartement Dili, Timor Leste, pada Kamis 14 November 2019 dengan membawa lima TA/TO Indonesia sebagai seller. Mereka adalah Ace Travel, Sugar Travel, Antika Travel, Ayo Travel dan Nusa Dua Bali Tours Travel.

Para seller dipertemukan dengan sejumlah buyers asal Timor Leste. Diantaranya Obrigado Tours & Travel, Lagrima Travel, Fast Tour & Travel, Iana Tours & Travel, Uno Travel Dili, Gesano Tour and Travel, juga Fatubesi Travel, Orange Tour and Travel, Riir Travel, dan Ezgo Travel, dan masih banyak lagi.

Sementara Kabid Pemasaran Area II Regional III Kemenparekraf Hendry Noviardi menjelaskan, sales mission ini merupakan bagian dari strategi promosi pariwisata Indonesia.

“Sales mission ini bagian dari rangkaian kegiatan yang kita buat. Sebelumnya ada kegiatan consumer selling, kemudian pameran di Dili, dan juga famtrip TA/TO dan media Timor Leste ke destinasi super prioritas. Harapannya pada kegiatan sales mession ini terjadi potensial dan riil transaksi antara TA/TO sebagai seller dengan TA/TO Timor Leste sebagai buyer,” paparnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, area border masih punya potensi untuk dimaksimalkan. Potensinya sangat tinggi, apalagi setelah dibukanya jalur penerbangan internasional dari Dili ke Kupang oleh maskapai Trans Nusa Aviation.

“Hal ini sangat membantu wisatawan dari Timor Leste. Banyak pilihan destinasi, dari Kupang bisa melanjutkan ke Labuan Bajo, ke Sumba, Ende dengan Kelimutu, Alor, Larantuka maupun Lembata dengan atraksi pausnya,”kata Rizki.

Dengan berbagai strategi yang dilakukan, diharapkan kunjungan wisatawan asal Timor Leste akan semakin meningkat. “Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana lenght of stay wisman crossborder lebih panjang sehingga spendingnya juga meningkat. Itu goalnya,” tegas Rizki. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.