Kamis, 28 Mei 20

Kemenparekraf Ajak Pencinta Wisata Budaya Kenali 5 Situs Warisan Dunia Lewat ‘Wisata Heritage’

Kemenparekraf Ajak Pencinta Wisata Budaya Kenali 5 Situs Warisan Dunia Lewat ‘Wisata Heritage’
* Lima situs warisan dunia berbasis budaya yang ada di Indonesia. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pencinta perjalanan khususnya wisata budaya mengenal lebih jauh lima situs warisan dunia berbasis budaya yang ada di Indonesia melalui webinar series ‘Wisata Heritage’ yang akan berlangsung pada 14 Mei 2020 mendatang.

Lima situs warisan dunia berbasis budaya tersebut adalah Kompleks Candi Borobudur, Kompleks Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, Sistem Subak Bali sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana, dan yang terakhir Tambang Kuno Batubara Ombilin Sawahlunto.

Deputi Produk Wisata dan Penyelenggara Events Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani mengatakan, warisan budaya adalah salah satu alasan utama wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk berwisata di Indonesia saat kondisi pandemi Covid-19 mereda dan memungkinkan kembali melakukan perjalanan.

“Terlebih kelima situs ini memiliki keunikan tersendiri yang menjadikannya masing-masing satu-satunya di dunia,” kata Rizki dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2020).

Melalui webinar ini diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih jauh nilai-nilai yang ada sehingga dapat mendukung keberlanjutan (sustainability) secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tidak hanya mengenal lebih jauh situs warisan dunia berbasis budaya yang ada, lewat webinar ini diharapkan masyarakat dapat meneruskan informasi yang mereka dapat ke masyarakat luas. Salah satunya melalui media sosial.

Karena itu, dalam webinar ini juga akan diberikan ilmu tentang ‘teknik’ penyampaian nilai-nilai tersebut melalui story telling di media sosial dengan cara dan metode yang mampu menambah pengalaman berwisata dan menarik orang untuk mengunjunginya.

“Melalui media ini, nilai-nilai tersebut dapat disampaikan secara naratif baik melalui visual, audio, photo caption atau text, ataupun kombinasi tiga metode tersebut,” kata Rizki. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.