Minggu, 3 Juli 22

Kemenpar Optimis Penuhi Target 20 Juta Wisman pada 2019

Kemenpar Optimis Penuhi Target 20 Juta Wisman pada 2019
* Kemenpar targetkan 20 juta wisman di tahun 2019. (Foto: Kemenpar.go.id)
“Kami harus optimis dan harus bersatu untuk merealisasikan ini,” ujar Ahman Sya.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menarik 20 juta wisatawan mancanegara (Wisman) tentu bukan pekerjaan mudah. Tapi itulah target yang ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di tahun 2019.

Mustahil? Rasanya tidak jika syarat dan prasyarat untuk meraihnya cukup terpenuhi.

Ya, sebagai persiapannya, Asdep Pengembangan SDM Aparatur, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pelatihan Win Way Champions (WWC) sepanjang 28-29 November 2016. Tema yang diangkat cukup melecut semangat: Win Way: Be the Best.

Pelatihan diikuti sebanyak 214 peserta dari kalangan pejabat Eselon IV di lingkungan Kemenpar. Sebanyak 120 orang peserta di antaranya akan menjadi pilot project. Peserta terbagi dalam 4 kelas masing-masing kelas akan diikuti 30 orang peserta. Baca juga: Rhenald Kasali: Kenaikan Anggaran Kemenpar Harus Dimaksimalkan

Tampil sejumlah narasumber sebagai motivator dan pakar marketing, antara lain Yuswohady, Goenawan Loekito, dan Tung Desem Waringin. Para narasumber memberikan motivasi serta pelatihan sebagai best practice dengan mengambil sejumlah studi kasus di Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, More for Less, dan Thailand.

”Pelatihan ini mengangkat tema Win Way: Be the Best. Ini kami lakukan karena target pariwisata dalam 5 tahun ke depan atau 2019 yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sangat besar yakni dua kali lipat dari capaian 2014. Jadi kami satukan visi di pelatihan ini,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar Ahman Sya saat membuka pelatihan.

Menurut Ahman, target pariwisata 2019 di antaranya adalah pariwisata harus memberikan kontribusi pada PDB nasional (WTTC) sebesar 15%, menghasilkan devisa Rp 240 triliun, kontribusi terhadap kesempatan kerja sebanyak 13 juta tenaga kerja, meraih 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 275 juta wisnus, serta daya saing pariwisata Indonesia harus berada di ranking 30 dunia. Baca juga: Rhenald Kasali Apresiasi Niat Presiden Tambah Anggaran Kemenpar

Tingginya daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global ini, imbuhnya, akan menjadi modal dalam memenangkan persaingan.

“Kami harus optimis dan harus bersatu untuk merealisasikan ini,” ujar pria yang pernah mengenyam pendidikan di Belgia itu.

Menurut data Kemenpar, di kawasan ASEAN pada tahun 2014, Indonesia meraih 9 juta wisman. Angka itu masih jauh tertinggal dengan negara tetangga sebagai pesaing utama seperti Malaysia meraih 27,4 juta, Thailand 24,8 juta, dan Singapura 15,1 juta.

Ke depannya, Ahman menargetkan untuk bisa mengalahkan atau minimal menyamai Malaysia dan Thailand. Untuk mengalahkan competitor itu, dibutuhkan strategi yang jitu terutama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di kalangan aparatur Kemenpar.

Untuk menjadi terbaik (the best), maka harus dibudayakan 3S. Solid diimplementasikan solid dalam solid teamwork (collaboration); solid stakeholder integration (pent helix); serta solid in action (program execution). Sementara speed diimplementasikan dalam speed process (deregulation); speed product; serta speed service. Sedangkan smart diterapkan dalam smart benchmarking (not invented here); smart innovation (Blue Ocean); dan smart in digital (personal, professional, global).

“Budaya 3S ini selalu diingatkan Menpar Arief Yahya,” pungkas mantan rektor di salah satu perguruan tinggi di Bandung itu. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.