Minggu, 29 Januari 23

Kemenkumham Sebar Surat Edaran Awasi Kantor Pemerintahan

Kemenkumham Sebar Surat Edaran Awasi Kantor Pemerintahan

Semarang, Obsessionnews – Peningkatan kewaspadaan tak hanya dilakukan di objek vital transportasi umum, seperti Bandar Udara, Stasiun atau Terminal saja. Perkantoran lembaga pemerintahan juga tak luput diperhatikan, paska ledakan di kawasan Sarinah beberapa waktu lalu. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi (Kemenkumham) diketahui telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor IMI-UM.01.01-0098 yang ditanda tangani Direktur Intelijen Keimigrasian (DJI), Ohan Suryana sehari kejadian berlangsung.

Isi edaran memerintahkan kepada kepala kantor Imigrasi dan kepala rumah detensi Imigrasi (Rudenim) agar segera melakukan peningkatan kewaspadaan di kantor Imigrasi, Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) bandar udara, darat serta Rudenim. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Himron melalui Kasi Informatika dan Sarana Komunikasi, Muhammad Asrofah menyatakan, terdapat 4 point yang diperintahkan. Selain pengetatan tempat diatas, pemaksimalan piket di tiap kantor Imigrasi dan Rudenim juga diterapkan. Serta mewaspadai tamu yang terlihat mencurigakan masuk dan berada di area gedung kantor.

“Selain itu kami juga diperintahkan melakukan kordinasi dengan instansi pengamanan terkait serta melaksanakan kegiatan pengamanan tersebut kepada DJI. Alhamdulilah Mas, di Kota Semarang tanda-tanda adanya bom tidak ada ditemukan. Kita berharap bersama tidak ada kejadian seperti di Sarinah yang terjadi di Semarang,” kata Asrofah, Minggu (17/1/2016).

Asrofah mengaku pemeriksaan maksimal TPI di bandara dan pelabuhan sudah diberlakukan. Tiap TPI diisi oleh 6 petugas. Sedangkan TPI yang berada di pelabuhan, bersifat kondisional mengikuti ada tidaknya kegaitan.

“Dipelabuhan biasanya 3- 4 petugas. Di Bandara Ahmad yani Semarang bagian counter berangkat sudah ada 2 sedangkan kepulangan ada 3. Lokasinya bersama dengan petugas CIQ (Custom Immigration Quarantine) atau Bea Cukai, Imigrasi, Karantina kesehatan,” ungkapnya.

Berbeda dengan di institusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang yang hingga sekarang belum ada Surat Edaran (SE) terkait pengamanan adanya teror bom. Hal itu disampaikan Kasi Intelijen Kejari Kota Semarang, Dodik Hermawan yang mengaku belum menerima SE terkait adanya bom tersebut baik dari Jaksa Agung (JA), Kepal Kejati (Kajati) Jateng maupun Kepala Kejari Kota Semarang. Namun demikian perintah lisan diakui Dodik sudah diterima secara langsung.

“Perintah Kajari Semarang pada saya (Bidang Intelijen,red) untuk meningkatkan pengamanan baik internal maupun ekternal, aktif untuk berkoordinasi dengan kominda Kota Semarang,”kata Dodik dengan tegas.

Selain itu, lanjut Dodik, pihaknya diwajibkan melaporkan setiap perkembangan keamanan di Semarang secara intensif. “Baik kepada Kajari Semarang maupun Kajati Jateng. Secara internal ditindak lanjuti perintah untuk tingkatkan pengamanan pada saat apel pagi,” ungkap dia. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.