Selasa, 14 Juli 20

Kemenkumham Putukan Konflik Golkar Dierahkan ke Internal Partai

Kemenkumham Putukan Konflik Golkar Dierahkan ke Internal Partai

Jakarta – Konflik di internal tubuh Partai Golkar ternyata belum bisa mendapatkan kepastian. Pasalnya, Menteri Hukum dan Ham Yasonna H. Laoly‎ belum mau memutuskan siapa kepengurusan Partai Golkar yang saat ini dianggap sah. Laoly justru menyerahkan konflik tersebut kepada dua kubu yang berkonflik yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

Laoly, mengatakan, langkah yang terbaik bagi Kemenkumham dalam merespon konflik di internal Golkar adalah dengan cara mengembalikan perselisihan itu kepada partai untuk berdamai. Keputusan ini diambil, lantaran pemerintah tidak mau terlibat terlalu jauh dalam mencampuri urusan partai politik yang tengah berselisih.

“Kami berharap perselisihan tersebut terlebih dahulu diselesaikan melalui mekanisme internal partai politik,” ujar Laoly, dalam siaran presnya di Kantor Kemenkumham, Selasa (15/12/2014).

Laoly mengatakan, pihaknya memang sudah membentuk tim advokasi untuk meneliti dua laporan Muasyawarah Nasional baik yang ada di Bali maupun di Jakarta. Laporan itu berisi mengenai struktur kepengurusan Partai Golkar yang baru. Mereka meminta agar Kemenkumham segera mengesankan salah satu diantara dua laporan tersebut.

Menurutnya, laporan kepengurusan partai yang baru keduanya memang sudah lengkap, baik secara administrasi maupun prosedur. Namun, ia mengaku bingung untuk memutuskan dua laporan yang diserahkan pada hari yang sama yakni tanggal 8 Desember 2014. ‎Terlebih, kata Laoly beberapa peserta Munas di Jakarta ada yang pernah ikut pada Munas di Bali.

Untuk jalan keluarnya, menurut Laoly perselisihan Partai Golkar diserahkan kepada Mahkamah Partai. Atau mereka punya kelapangan hati untuk sama-sama berilah. Kalaupun cara itu tidak bisa ditempuh, maka terpaksa yang bisa memutuskan perselisihan Partai Golkar adalah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

‎”Kita serahkan ke mekanisme, yakni melalui Mahkamah Partai, dan pengadilan, kecuali mereka ingin islah, itu lebih baik,” jelasnya. (Abn)

 

Related posts