Senin, 19 April 21

Kemenkop Sinergi dengan Dinas Dorong Petani Bandung Ciptakan Nilai Tambah

Kemenkop Sinergi dengan Dinas Dorong Petani Bandung Ciptakan Nilai Tambah
* Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik (kedua dari kanan) dalam acara Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi Usaha KUMKM di Soreang, Kabupaten Bandung.

Bandung, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung dalam upaya membantu para pelaku usaha KUMKM untuk mewujudkan nilai tambah dari bisnis sektor pertanian yang dijalani, sebagaimana himbauan Presiden Jokowi. 

“Pada petani hendaknya tidak hanya terpaku dengan budidayanya saja, tetapi harus mampu mencari nilai tambah dari agribisnis ini dari hulu hingga hilir,” kata Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik, melalui siaran pers, Jumat (3/8/2018).

Kemenkop dan UKM bersama Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Temu Bisnis yang mempertemukan pelaku usaha yang dalam hal ini para petani dengan PT Crowde. Kabupaten Bandung dipilih karena dinilai memiliki bisnis sektor pertanian yang cukup baik.

Crowde adalah perusahaan start-up berbasis platform untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal kerja petani. Dengan metode crowd-lending, Crowde bergerak sebagai platform permodalan yang mengelola dana masyarakat yang disalurkan pada proyek petani. Crowde juga memiliki visi mengupayakan pemberdayaan petani menuju Agropreneur.

Untuk itu, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik mengharapkan, agar pertemuan para pelaku usaha sektor pertanian dengan PT Crowde dapat membantu memgembangkan usaha di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, baik dari pembiayaan, penanaman, hingga pemasaran.

“Nah, saat ini dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha memfasilitasi Bapak/Ibu sekalian hadir disini, membantu untuk mewujudkan nilai tambah tersebut yang bekerjasama dengan PT Crowde,” jelas Damanik.

Menurut Damanik, peningkatan kesejahteraan petani harus diperoleh dari peningkatan nilai tambah di dalam rantai pasok hulu hilir dengan pendekatan bisnis. Sehingga sangat diperlukan perubahan pada tataran paradigma yang berarti perubahan yang bersifat komprehensif terhadap seluruh kegiatan terkait pertanian, peternakan, dan perikanan, termasuk dalam praktik dan operasionalisasinya melalui kerja yang nyata. 

Bagi Damanik, Crowde merupakan perusahaa start-up yang memiliki model bisnis yang menjanjikan dan diprediksi akan terus berkembang di masa depan. Karena Crowde mampu menjadi start-up capital yang menggalang dana dengan sistem ‘dari kita untuk kita’. 

Untuk itu di hadapan para peserta Temu Bisnis, Damanik menyampaikan kebanggannya kepada perusahaan yang didirikan oleh anak-anak muda yang kreatif dan visioner dalam menangkap peluang bisnis dan berjiwa entrepreneur. 

Selain itu, acara tersebut juga turut menghadirkan Bank Jabar Banten sebagai alternatif dalam pembiayaan yang diharapkan dapat memfasilitasi permodalan para petani melalui skema kredit KUR-nya. 

“KUR mulai tahun 2018 ini selain menurunkan tingkat bunga menjadi 7 persen per tahun, juga terjadi peningkatan nilai kredit yang signifikan dengan memprioritaskan kreditnya kepada usaha produktivitas terutama bidang pertanian,” ungkap Damanik. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.