Sabtu, 4 Februari 23

Kemenkop Siapkan Program Pelatihan Vokasional untuk Korban Gempa di Sulteng

Kemenkop Siapkan Program Pelatihan Vokasional untuk Korban Gempa di Sulteng
* Plt Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM Rully Nuryanto dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan program pelatihan vokasional pasca bencana di Sulawesi Tengah. Dampak bencana gempa dan tsunami yang begitu besar membuat kementerian menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu prioritas pada tahun 2019.

“Iya bisa kita prioritaskan pada tahun 2019,” kata Plt Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM Rully Nuryanto dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Rencana pelatihan vokasional di Sulteng pada tahun depan akan menyasar tiga daerah yang terdampak bencana gempa dan tsunami, yakni Palu dengan target peserta 60 orang, Donggala 60 orang, dan Sigi 30 orang. Jumlah anggaran untuk masing-masing kegiatan pelatihan sebesar Rp150 juta. 

“Sementara ini kita belum melihat potensi apa yang bisa kami latih di sana. Karena tahu bahwa fokus sekarang ini masih pada tahapan pemulihan dan penanganan fisik,” kata Rully. 

Selain Sulteng, Kemenkop juga menyiapkan program pelatihan di daerah pasca bencana lainnya, di antaranya Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Kota Mataram Provinsi NTB yang baru-baru terkena dampak gempa, serta di Kabupaten Karo, Sumut yang terkena dampak gunung meletus.

“Kita lakukan pelatihan berdasarkan kebutuhan, tapi yang pasti mudah, bisa dilakukan oleh ibu-ibu. Misalnya pelatihan makanan yang pada intinya untuk meningkatkan ekonomi ibu-ibu,” katanya.

Kemenkop dan UKM diberi kewenangan dalam upaya pemulihan sosial, ekonomi dan budaya melalui pembinaan kemampuan keterampilan masyarakat yang terkena bencana (pelatihan penguatan SDM vokasi), sebagaimana amanat PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. 

Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan pada daerah pasca bencana, Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan Kemendes PDTT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan dinas yang membidangi koperasi dan UKM baik di tingkat Provinsi, Kabupaten, maupun Kota yang terkena dampak bencana. 

Pada 2018 kegiatan pelatihan dilakukan di 8 Kabupaten, terdiri dari Pacitan (Jatim) yang terkena dampak banjir, Tasikmalaya (Jabar) bencana gempa, Garut (Jabar) banjir, Lombok Timur (NTB) banjir bandang, Bireuen (Aceh) gempa, Karangasem (Bali) gunung meletus, Bangli (Bali) gunung meletus, dan Gunung Kidul (Yogyakarta) banjir.

Palu sebenarnya sudah masuk dalam rencana program Kemenkop dan UKM pada tahun 2018. Kemenkop dan UKM akan mengadakan pelatihan perkoperasian dan vokasional bekerja sama dengan Dekranas dan PKK yang sedianya dilaksanakan pada 8 Oktober 2018, namun terpaksa diundur akibat gempa dan tsunami.

“Di sana masih belum kondusif karena bantuan yang lebih diperlukan dalam hal logistik, medis dan perbaikan infrastruktur yang rusak,” papar Rully. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.