Kamis, 21 Oktober 21

Kemenkop: KUKM Harus Terapkan Digitalisasi Ekonomi

Kemenkop: KUKM Harus Terapkan Digitalisasi Ekonomi
* Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram saat membuka seminar bertema Wanita, Pemuda, dan Teknologi: Revolusi Digital, di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM mengharuskan pelaku Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) menerapkan digitalisasi ekonomi, mengingat persaingan usaha yang kian terbuka.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram saat membuka seminar bertema Wanita, Pemuda, dan Teknologi: Revolusi Digital, di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

“Kemajuan teknologi informasi sulit dibendung. Bila koperasi dan UKM tidak mengikutinya akan ketinggalan,” tandasnya.

Karena itu, Kemenkop dan UKM terus mendorong agar pelaku KUKM di Indonesia untuk menerapkan sistem digital ekonomi atau online, sehingga diharapkan KUKM tidak akan tergilas dalam peta persaingan usaha.

“Dalam menciptakan koperasi yang berkualitas, kita menggulirkan motto tidak ada koperasi tanpa IT, tidak ada koperasi tanpa pelatihan, dan tidak ada koperasi tanpa transaksi,” kata Agus.

Sedangkan untuk mengembangkan UKM, lanjut Agus, pihaknya terus mendorong agar pelaku UKM menerapkan bisnis e-Commerce. Adanya e-Commerce transaksi usaha akan lebih cepat, efisien dan praktis.

“Dunia sekarang sudah tanpa batas, tak lagi dibatasi ruang dan waktu. Bila tidak menerapkan pemasaran e- Commerce, maka UKM kita akan tergilas,” ujar Agus.

Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan samat penting bila pemerintah melakukan perbaikan infrastruktur pendukung digitalisasi industri. Hal ini agar Indonesia tidak tertinggal dalam era revolusi industri fase keempat.

“Jadi, selain membangun infrastruktur fisik, juga mengembangkan digitalisasi industri,” kata Faisal.

Menurut dia, fasilitas infrastruktur digital Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga. Sebagai contoh, di bidang internet, kecepatan internet di Indonesia pada triwulan I 2017 baru mencapai 7,2 megabyte (MB) per detik.

“Memang kita lebih baik dari Filipina dan India. Tapi kita tertinggal jauh dari Srilangka, Vietnam dan Malaysia,” tutur Faisal. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.