Minggu, 7 Maret 21

Kemenkop: Koperasi Berkualitas Harus Mampu Menggarap Sektor Riil

Kemenkop: Koperasi Berkualitas Harus Mampu Menggarap Sektor Riil
* Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring pada acara Peringatan Hari Koperasi Ke-71 Tingkat Provinsi Lampung dan Festival Kain Tradisional, di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (27/9/2018). Foto : Humas Kemenkop dan UKM

Lampung, Obsessionnews.com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring berharap ke depan koperasi-koperasi berkualitas yang ada di Indonesia tidak lagi hanya fokus menggarap sektor simpan dan pinjam saja. Melainkan harus sudah mulai bergeser menggarap sektor riil agar kinerja usahanya bisa lebih meningkat lagi. 

“Ini merupakan salah satu tujuan dari Reformasi Total Koperasi, yaitu pengembangan koperasi, selain membangun koperasi berkualitas ketimbang kuantitas, serta rehabilitasi koperasi dalam pembenahan database koperasi,” kata Meliadi pada acara Peringatan Hari Koperasi Ke-71 Tingkat Provinsi Lampung dan Festival Kain Tradisional, di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (27/9/2018).

Di hadapan ratusan para pegiat koperasi se-Provinsi Lampung, Meliadi menambahkan, KSP dengan jumlah anggota ribuan orang dan aset triliunan rupiah itu bisa dijadikan pangsa pasar sebagai captive market. 

“Dalam KSP, banyak kegiatan ekonomi dari para anggota yang tidak bisa terlayani secara maksimal karena memang hanya melayani simpan dan pinjam. Koperasi bisa melakukan spin-off atau membuat anak usaha di sektor riil,” kata Meliadi.

Meliadi mencontohkan di Jawa Timur dan Kalimantan Barat, ada KSP yang membuat anak usaha koperasi yang bergerak di sektor riil. 

“Misalnya, ketika banyak anggota melakukan kegiatan ekonomi di sektor perkebunan, maka koperasi bisa membuat anak usaha sektor perkebunan yang melayani seluruh kebutuhan anggotanya yang bergerak di sektor perkebunan. Atau, koperasi konsumen yang melayani seluruh kebutuhan hidup sehari-hari seluruh anggota koperasi,” imbuh Meliadi.

Meliadi pun menekankan para Kepala Daerah dalam melakukan pembinaan lebih fokus pada pengembangan kualitas koperasi. 

“Lebih jumlah koperasi sedikit, tapi berkualitas. Disebut koperasi berkualitas itu apabila rutin melaksanakan RAT setiap tahunnya, sesuai amanat UU perkoperasian. Apabila ada koperasi tidak melakukan RAT, bisa dipastikan mereka memiliki masalah yang akan meletus di kemudian hari,” tegas Meliadi.

Meliadi mengungkapkan bahwa saat ini sudah lebih dari 40 ribu koperasi di seluruh Indonesia yang dibubarkan. Dengan indikasi kuat sudah tidak ada pengurusnya dan tinggal papan nama saja. 

“Sehingga, database koperasi yang kita miliki itu benar-benar sudah merupakan daftar koperasi yang berkualitas. Untuk apa kita memelihara daftar koperasi yang sudah tidak ada kegiatannya atau hidup segan mati tak mau,” tukas Meliadi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.