Rabu, 18 September 19

Kemenkop Gelar Pelatihan KUKM di Banyumas

Kemenkop Gelar Pelatihan KUKM di Banyumas
* Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM, Rulli Nuryanto menyampaikan pembekalan terhadap peserta pelatihan KUKM. (Foto: dok Kemenkop UKM)

Purwokerto, Obsessionnews.com – Dalam rangka mendukung peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 yang tahun ini diadakan di Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kementerian Koperasi dan UKM menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM koperasi dan UKM. Pelatihan melibatkan 205 peserta dari pelaku koperasi dan UKM setempat.

“Kita gelorakan semangat Hari Koperasi melalui salah satunya kegiatan pelatihan ini. Mumpung semangat dan geloranya ada di Purwokerto, maka kita gelorakan lebih dalam lagi melalui pelatihan ini,” kata Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM, Rulli Nuryanto dalam siaran pers di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Sabtu (13/7/2019).

Setidaknya ada empat jenis pelatihan yang diadakan, yakni pelatihan vokasional, pelatihan perkoperasian, pelatihan kewirausahaan dan pelatihan dan uji kompetensi bidang ritel koperasi. Untuk masing-masing pelatihan diikuti oleh 30 peserta. Selain pelatihan juga diadakan workshop technopreneur sebanyak 85 peserta.

“Saya meninjau langsung bagaimana semangatnya para peserta dalam mengikuti kegiatan itu. Sangat luar biasa dan interaksi peserta dengan nara sumber juga sangat bagus. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mereka dalam meningkatkan usahanya,” ujar Rulli.

“Peserta yang ikut ada yang sudah terjun langsung, ada yang baru mulai dan akan memulai. Mudah-mudahan mereka yang akan mulai, ke depannya menjadi wirausahawan, yang baru berjalan bisa lebih berkembang dan, yang sudah berjalan bisa lebih kreatif dan inovatif,” sambung dia.

Rulli mengatakan konsep Pelatihan lebih menitikberatkan pada aspek praktek lapangan, sisanya diisi teori dari nara sumber dengan proporsi 70 : 30.

“Kita tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi ada keberlanjutan. Kami sudah ada sistem untuk monitoring pelatihan yang dilakukan oleh Sekretaris Deputi Bidang SDM.

Manfaat Pelatihan

Cocos Trisada, salah seorang peserta pelatihan mengaku merasakan manfaatkan mengikuti pelatihan yang dilakukan Kemenkop dan UKM. Cocos mengikuti pelatihan berupa pengenalan kewirausahaan, sosialisasi Lamikro (aplikasi pembukuan akuntansi melalui smartphone) dan sosialisasi fintech syariah.

“Ini karena difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM, kita mendapatkan hal yang baru dalam pelatihan ini terutama ilmu yang diberikan yang nantinya bisa menjadi acuan bagi pelaku usaha untuk bisa berkembang dari sebelumnya,” ungkap Cocos.

“Kemudian sisi positif lain misalnya masalah permodalan yang jadi kendalan bagi kami. Ada satu kemudahan ketika pelaku UKM dapat mengakses pinjaman modal tanpa jaminan melalui fintech syariah,” sambungnya.

Cocos merupakan pelaku UKM bidang handicraft asal Purwokerto, sekaligus Ketua Bidang Pengembangan Forum UKM Banyumas Raya (Forumara). Ia bersama beberapa anggota forum mengikuti pelatihan Kemenkop dan UKM pada 10-12 Juli 2019.

Ia mengatakan pelatihan peningkatan kualitas SDM pelaku usaha sangat penting untuk dilakukan dalam upaya menghadapi era industri 4.0. Sebab dikatakan era industri 4.0 harus dijadikan sebagai peluang emas untuk meningkatkan kinerja usaha para pelaku usaha Tanah Air.

Ershad (34) salah seorang peserta pameran Harkopnas Expo 2019, asal Desa Mijen Kecamatan Kebon Agung Demak mengaku pernah mengikuti pelatihan Kemenkop UKM tahun 2018. Ershad merupakan pelaku UKM kerajinan logam. Ershad pun tak memungkiri, peran Kemenkop UKM dalam membantu mempromosikan produknya.

“Setelah kami mengikuti pelatihan tahun lalu, kami difasilitasi Kementerian Koperasi untuk mengikuti Harkopnas Expo 2019 di Banyumas ini. Karena itu ucapan terima kasih kami sampaikan karena manfaat positif yang sudah dirasakan,” ujar Ershad.

Ershad, mengatakan, usaha kerajinan logam di desanya muncul 6 tahun terakhir dan usahanya kian meningkat dengan omset rata-rata Rp 150 juta hingga Rp 300 juta setiap bulan. Hasil kerajinan logam yang dipasok dari limbah elektronik juga digemari pasar domestik dan mancangera (Suriname, Austria, Selandia Baru dan Hongkong).

“Kapasitas produksi kami bisa 12 ribu item per bulan dengan omset yang lumayan. Sekarang kami merencanakan  akan mengikuti pameran luar negeri,” kata Ershad. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.