Jumat, 29 Oktober 21

Kemenkop Dorong Pelaku KUKM Terapkan Ekonomi Digital

Kemenkop Dorong Pelaku KUKM Terapkan Ekonomi Digital
* Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menjadi keynote speech pada acara seminar Digital Diplomacy on Small Medium Enterprises : The New Power in the Economy, di Jakarta.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pelaku koperasi dan UMKM di Indonesia terus didorong untuk menerapkan ekonomi digital dalam mendukung pemasaran produk UKM melalui Diplomasi Digital (Digital Diplomacy) oleh para diplomat yang bertugas di luar negeri.

Dari total jumlah 152.000 koperasi, baru sekitar 10 persen hingga 12 persen saja koperasi yang berbasis IT (Information Teknology). Sedangkan pelaku UMKM baru sekitar 3,5 persen hingga 5 persen dari jumlah sekitar 59,7 juta.

Pernyataan itu dikemukakan Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram dalam seminar Digital Diplomacy on Small Medium Enterprises: The Ne Power in the Economy, di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

“Jadi bila tidak menerapkan ekonomi digital seperti teknik pemasaran dengan sistem e-Commerce, maka Koperasi dan UKM kita akan sulit berdaya saing bahkan bisa saja tergilas dalam menghadapi era persaingan global,” kata Agus.

Kemenkop telah melakukan sejumlah langkah dalam menghadapi tren perubahan global tersebut. Untuk menciptakan Koperasi yang berkualitas sudah digulirkan moto, tidak ada lagi koperasi tanpa IT, tanpa pelatihan dan tanpa transaksi.

Sedangkan untuk mengembangkan UKM, Kemenkop dan UKM secara masif mendorong pelaku UKM menerapkan bisnis e-Commerce atau Toko Online.

“Ini adalah tugas bersama baik pemerintah, swasta dan BUMN, serta masyarakat khususnya kaum intelektual untuk lebih mendorong pelaku Koperasi dan UKM di Indonesia menerapkan bisnis secara online,” ujarnya.

Program aksi reformasi koperasi yang mencakup reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi, telah menaikan kontribusi koperasi sebagai suatu lembaga terhadap PDB nasional, dari 1,71 persen pada 2014 menjadi 3,99 persen pada 2016.

Hal tersebut di atas, salah satunya ditopang dari dampak perkembangan kewirausahaan di Indonesia, dimana rasio kewirausahaan saat ini naik dari 1,55 persen pada 2013 menjadi 3,1 persen pada 2016.

Sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing KUKM juga telah dilakukan, antara lain melalui program pemasaran,  pembiayaan dengan program KUR yang suku bunganya terus diturunkan dan direncanakan menjadi 7 persen pada 2018.

Selain itu dilakukan revitalisasi pasar rakyat, sertifikasi dan standarisasi produk UMKM, pembangunan PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu), peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan dan wirausaha pemula yang didukung modal awal usaha. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.