Rabu, 29 Juni 22

Kemenkop Catat Kontribusi Produk UMKM terhadap Ekspor Indonesia sebesar 16,69 Persen

Kemenkop Catat Kontribusi Produk UMKM terhadap Ekspor Indonesia sebesar 16,69 Persen
* Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP-KUKM) Emilia Suhaimi menggelar jumpa pers di Jakarta.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Layanan Pemasaran (LLP-KUKM) mencatat kontribusi produk UMKM terhadap nilai ekspor Indonesia sebesar Rp 28,21 miliar USD atau 16,69 persen. Sumbangan ekspor UKM lebih banyak berasal dari produk furniture, kerajinan dan fesyen.

“Beberapa kali kegiatan ekspor yang dilakukan oleh bapak menteri. Terakhir ekspor kopi ke Bremen, Jerman,” kata Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi dalam jumpa pers awal tahun di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Pada tahun 2017 LLP-KUKM memfasilitasi kegiatan ekspor KUKM yang dipimpin langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga. Selain ekspor kopi, pihaknya juga memfasilitasi ekspor 1 kontainer furniture bambu ke Prancis.

Menkop UKM Puspayoga juga memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk ethnik dan rustiq asal Probolinggo ke USA, dan ekspor 1 kontainer produk furniture dan permata ke Jepang dan Belanda.

Terbatasnya kontribusi produk UMKM terhadap ekspor Indonesia disebabkan karena masih minimnya akses pelaku UMKM menuju pasar global. Sosialisasi kepada pelaku UMKM juga dibutuhkan agar produk UMKM Indonesia bisa lebih dikenal dunia.

Karena itu, LLP-KUKM mulai tahun 2018 akan melakukan revitalisasi Paviliun Produk Provinsi yang saat ini merupakan display permanen dan pusat promosi dan pemasaran produk unggulan KUKM daerah dari setiap provinsi Indonesia.

“Keberadaan dan kondisi Paviliun Produk Provinsi saat ini tidak berperan dan tidak menunjukkan kinerja sebagaimana diharapkan,” kata Emilia.

Emilia mengatakan revitalisasi Paviliun Produk Provinsi adalah bentuk komitmen dari mereka untuk meningkatkan daya saing produk KUKM, yakni dengan menjadikan Paviliun Produk Provinsi sebagai wadah referensi terbaik untuk mencari dan mendapatkan produk lokal produksi KUKM Indonesia.

Namun demikian, agar keberadaannya mampu menjadi sosok lembaga yang berdaya saing dalam memberdayakan KUKM, maka menurut Emilia, revitalisasi Paviliun Produk Provinsi perlu dilakukan secara menyeluruh dan sistemik.

“Karena hanya dengan cara demikian keberadaannya akan mampu berkompetisi dalam dunia nyata,” katanya.

Kemampuan memberdayakan KUKM daerah lanjut dia, adalah indikator utama keberhasilan program revitalisasi Paviliun Produk Provinsi, yaitu jumlah items produk khas lokal, variasi kegiatan budaya lokal, kunjungan, serta nilai transaksi baik langsung maupun tidak langsung. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.