Rabu, 27 Oktober 21

Kemenko Maritim Pacu 2 Juta Wisatawan ke Borobudur Pertahun

Kemenko Maritim Pacu 2 Juta Wisatawan ke Borobudur Pertahun

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya berusaha dengan menargetkan ke depan Candi Borobudur dikunjungi lebih 2 juta orang wisatawan per tahun. Sekarang ini Candi Borobudur hanya dikunjungi 250 ribu orang per tahun. Sedangkan Candi Angkor Wat di Kamboja dikunjungi 2 juta wisatawan per tahun. Padahal, obyek Borobudur jauh lebih hebat dari Angkor Wat, candi yang terletak di kota Angkor, Kamboja.

“Kita harus kejar Angkor Wat yang pengunjungnya sampai 2 juta orang per tahun, tapi Borobudur hanya 250 ribu orang per tahun,” kata Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembangunan Regional Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Bambang Susanto Priohadi dalam acara diskusi dengan wartawan di kantor Kemenko Maritim, Jalan Thamrin Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Untuk membenahi dan meningkatkan obyek wisata Borobudur, maka Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur ditargetkan selesai akhir Maret 2016. Diyakini, pembentukan badan otoritas pariwisata di wilayah tersebut akan menata pengelolaan di Borobudur yang saat ini ditangani oleh empat manajemen.

“Empat manajemen ini terkait pengelolaan Borobudur, tamannya, pemerintah daerah serta masyarakat. Makanya ini harus segera ditangani,” tegas Bambang Susanto Priohadi.

Ia menerangkan, situs Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang merupakan salah satu warisan dunia yang ditetapkan UNESCO itu setara dengan Angkor Wat (Kamboja) dan George Town (Malaysia). Namun, jumlah kunjungan wisatawan di Borobudur tidak sama dengan kedua lokasi di Malaysia dan Kamboja itu.

Kemenko Maritim sekarang juga bertekad menjadikan Borobudur menjadi destinasi wisata spiritual bagi umat Buddha dari seluruh dunia. Lebih lanjut, Bambang menuturkan, segera setelah Perpres keluar nanti, maka akan segera disusun “master plan” pengembangan pariwisata Borobudur dan langsung memulai pembangunan infrastruktur pendukung.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan kementerian terkait untuk melakukan sembilan langkah pengembangan Borobudur, di antaranya penetapan tiga Perpres, manajemen pengembangan kawasan, penyiapan kawasan Bukit Menoreh, penataan dan pembangunan Zona 1 dan Zona 2 serta peningkatan akses udara ke kawasan. Kemudian, peningkatan akses darat ke kawasan, pengembangan industri penunjang wisata spiritual, penggalakan kampanye kampanye “bersih ramah” bagi masyarakat dan promosi pariwisata spiritual.

“Kita (Pemerintah) akan tingkatkan wisata sipiritual Borobudur. Wisata spiritual itu bukan religi. Borobudur tidak kita orientasikan pada satu agama. Kita dorong 2 juta wsiatawan, sekarang masih 250 ribu,” paparnya.

Faktor lainnya lagi, lanjut dia, wisatawan asing bisa langsung ke Angkor Wat, tetapi wisatawan asing yang mau ke Borobudur harus lewat Jakarta dulu sehingga terhambat. Karena tidak ada bandara internasional yangd ekat Borobudur seperti di kota Angkor.

“Sekarang ini orang asing yang mau ke Borobudur harus lewat Jakarta dulu, itu yang menghambat wisata ke Borobudur. Nanti akan langsung dari luar bisa ke Borobudur, setelah pembangunan Bandara Kulon Progo selesai, paling cepat tahun 2019,” jelasnya. (Red)

Candi Angkor Wat di Kamboja
Candi Angkor Wat di Kamboja

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.