Jumat, 29 Oktober 21

Kemenko Maritim Cabut Tarif Progresif Penimbunan Kontainer

Kemenko Maritim Cabut Tarif Progresif Penimbunan Kontainer

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman segera mencabut penerapan tarif progresif terkait penimbunan kontainer yang sudah diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta per 1 Maret 2016.

Tenaga Ahli Menko Maritim, Abdulrachim, menegaskan, rencana pencabutan kebijakan tarif tersebut karena ketidaksinkronan keinginan Menko Maritim Rizal Ramli dengan apa yang terjadi di lapangan.

“‎Jadi, apa yang diperintahkan Pak Menko Maritim, tapi dalam implementasinya, yang mengeluarkan aturan, itu lain,” ungkap Abdulrachim dalam diskusi dengan wartawan di kantor Kemenko Maritim, Jl. Thamrin, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Ia pun membeberkan, pada implemantasinya yang terjadi saat ini, pemberlakuan tarif progresif setelah 2×24 jam dikenakan biaya sekitar Rp 2 juta‎, atau 900 persen dari tarif sebelumnya sekitar Rp 27 ribu. Ternyata, apa yang diterapkan di lapangan tidak sesuai dengan perintah Rizal Ramli tersebut.

Abdulrachim menegaskan, perintah Rizal Ramli sebenarnya dalam 2×24 jam tarif inap kontainer tidak dikenakan biaya baru. “Setelah lebih dari itu, setiap kontainer langsung dikenakan tarif Rp5 juta per harinya. Aturan tarif yang naik 900 persen itu pasti akan dicabut, karena tidak sesuai dengan yang diinginkan,” paparnya.
Menurutnya, dalam kurun waktu 20 hari setelah diterapkan per 1 Maret, angka dwelling time belum ada perubahan signifikan, yaitu masih di angka 3,6 hari. Ia mengakui, Hal ini, lanjut dia, karena kebijakan baru itu belum berdampak kepada para importir.

“Ini akan dibahas lagi, sedang kita bicarakan ulang, kok bisa seperti ini. Intinya Pak Menko itu hanya tidak ingin pelabuhan itu jadi gudang swasta,” tandas Tenaga Ahli Menko Maritim.

Lebih lanjut, ia mengaku grafik dwelling time Tanjung Priok sudah menyentuh 3,5 hari pada Maret 2016 sejak 5,04 hari pada Juni 2015. Ia menjelaskan, pemerintah masih memakai tujuh jurus menghadapi dwelling time yakni; pembenahan jalur hijau dan merah, membangun jalur kereta api, menambah kapasitas crane, meningkatkan denda untuk kontainer, meningkatkan sistem IT untuk pengelolaan peti kemas, pemangkasan izin dan regulasi, serta memberantas mafia pelabuhan.

“Presiden Jokowi sudah sangat serius memangkas dwelling time, dan beliau tidak puas jikan hanya 5.5 hari, dan minta diturunkan menjadi 4,7 hari. Menko Maritim Rizal Ramli juga mengupayakan hal tersebut hingga hari ini di portaldwelling time tercatat sudah 3,5 hari,” terangnya.

Menurut Abdulrachim, saat ini Kemenko Maritim masih terus menerus menekan dwelling time khususnya dengan efisiensi melalui Kereta Api. Saat ini Menko Maritim tengah membongkar beton-beton yang menutupi trayek di pelabuhan untuk segera dibangun menjadi rel kereta api.

“Kalau kereta api sudah jalan bisa terus turun mungkin bisa dua hari saja. Ini mau menghidupkan juga pelabuhan di Banten. Kalau Banten sudah membantu ekspor impor hal itu akan akan membantu lagi menurunkan dwelling time di Tanjung Priok,” tambahnya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.