Sabtu, 18 September 21

Kemenhub Periksa Laik Kendaraan di Terminal Rambutan

Jakarta, Obsessionnews.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo meninjau situasi arus balik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Ini merupakan lokasi ketiga yang didatangi setelah Terminal Pulogebang dan Bandara Halim.

Sugihardjo beserta rombongan tiba di Terminal Kampung Rambutan, pada Rabu (28/6/2017), pukul 16.30 WIB. Sugihardjo langsung turun tangan memeriksa kelaikan kendaraan. Bus Sinar Jaya menjadi salah satu sampling pemeriksaan kelaikan tersebut.

“Kebetulan yang saya lihat adalah bus Sinar Jaya. Itu semua saya periksa bersama dengan penguji terutama adalah speedometer dan rem tangan, karena itu sangat utama,” ujar Sugihardjo.

“Speedometer untuk mengetahui kecepatan, rem tangan itu berfungsi pada saat tanjakan terjal atau turunan terjal itu harus berfungsi. Kemudian lampu, dan juga ban,” tambahnya.

Kelaikan kendaraan yang diperiksa adalah speedometer, rem tangan, alat-alat pengaman seperti palu pemecah, dan pintu darurat Ia memastikan bus yang diperiksa sudah memenuhi standar sehingga langsung dipasang stiker. Kepada masyarakat, dimbau untuk menggunakan bus yang laik untuk menjaga keselamatan di jalan.

“Karena kalau kita melihat bus non ekonomi kan gak ada jendela terbuka. Harus ada pintu darurat kita lihat di samping kanan itu ada. Jadi ini laik dan lasung pasar stiker,” kata Sugihardjo.

Disamping pemeriksaan kelaikan kendaraan, Sugihardjo juga mendatangi pos kesehatan. Ia mendapat laporan bahwa petugas kesehatan memastikan tidak ada sopir yang positif mengkonsumsi narkoba, karena telah dilakukan pemeriksaan rutin.

“Di pos kesehatan diperoleh informasi disamping tes kesehatan juga ada tes narkoba. Sampai saat ini temuan untuk yang terindikasi narkoba negatif,” tukas dia.

Sebagian besar kasus yang ditangani adalah sopir mengalami hipertensi. Sopir yang hipertensinya tinggi atau diatas 160 tidak diperbolehkan mengendarai mobil. Sedangkan untuk sopir dengan hipertensi ringan dan sedang yakni diantara 130 hingga 150 akan dirujuk ke dokter.

“Biasanya yang dilakukan kalau ringan dan sedang disuruh istiahat cukup tidak boleh langsung berangkat dan oleh dokter diberikan obat penurun tensi sambil istirahat,” ungkap Sugihardjo. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.