Minggu, 23 Januari 22

Kemenhan Tunda Rencana Pembaruan Alutsista

Kemenhan Tunda Rencana Pembaruan Alutsista

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pertahanan menunda rencana pembaruan alat utama sistem pertahanan (Alutsista). Penundaan tersebut disebabkan adanya kebijakan pemangkasan anggaran oleh Kementerian Keuangan.

Menurut Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, sektor pertahanan mendapatkan pengurangan sekitar Rp2,8 triliun pada periode pertama pengurangan anggaran. Untuk periode kedua, Kementerian Pertahanan juga mendapat potongan anggaran.

“Ya kena semua. Sekarang ini berapa triliun lagi gitu setelah kemarin Rp2,8 triliun. Jadi kita akhirnya menunda beberapa pembaruan Alutsista,” ujar Ryamizrad di Kawasan Silang Monas, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Ryamizard mengaku, meski pemangkasan anggaran tak akan menggangu pembelian Alutsista namun, pihaknya merasa harus menunda proyek tersebut.

“Bukan nggak beli, tapi ya harus kita tunda pada periode berikutnya. Mudah-mudahan ekonomi membaik nanti kita benahi lagi,” ujar Ryamizard.

Adanya pemangkasan anggaran itu, Ryamizard pun memutuskan untuk membuat skala prioritas. Di antaranya memprioritaskan kesejahteraan para prajurit. Soal ini, menurutnya, tak bisa diganggu gugat karena sangat berpengaruh pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang penting kesejahteraan masyarakat. Tentara kan juga masyarakat dan bekerja untuk masyarakat kan. Jadi itu yang prioritas,” ujar Ryamizrad.

Sebelumnya, Kepala Staff Angkatan Darat, Jendral TNI Mulyono mengatakan, salah satu program pembaruan alutsista adalah untuk mendukung kinerja prajurit yang berada di perbatasan. Ia mengatakan ada empat titik prioritas dimana para prajurit perlu penambahan alutsista dan pembaruan alutsista.

“Prioritas kami untuk memperbarui alutsista agar semua prajurit di perbatasan lebih kuat. Karena memang prioritas kami saat ini adalah memperkuat perbatasan,” ujar Mulyono di Balai Kartini, Rabu (10/8/2016). (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.