Minggu, 26 Juni 22

Kemendikbud Susun Materi USBN Berdasar Masing Zona MGMP

Kemendikbud Susun Materi USBN Berdasar Masing Zona MGMP
* Suasana Ujian (Foto : Kemendikbut.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan segera dilaksanakan pada April 2017 mendatang. Mengingat waktu yang semakin dekat kini soal USBN yang disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) telah 100% selesai. Oleh karena itu, para guru dari semua sekolah SMA telah mendeposit soal tersebut.

Untuk menjaga keamanannya, pihak yang terkait juga telah mengambil inisiatif untuk melakukan karantina pada soal-soal yang telah jadi. Materi ujian USBN itu telah disusun berdasarkan masing-masing zona yang ada MGMP. Hal ini meminimalisasi kecurangan saat melakukan USBN.

Tentang USBN itu telah menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Senin (20/3/2017) hingga pukul 13.51 WIB berita tersebut dibaca lebih dari 5.000 kali.

Dengan keamanan yang semakin terjamin, tak heran jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berani mengungkapkan bahwa kecurangan yang akan terjadi pada UN 2017 ini akan berkurang jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Hal ini juga mengingat bahwa MGMP telah mengambil alih terkait materi soal yang akan diujikan. Ditambah lagi pengawasan yang sangat ketat dari Ombudsman RI dan Lamsaneg, sehingga dijamin tak akan ada kebocoran soal.

Kemendikbud pun telah mengeluarkan surat edaran sendiri untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti bagi siswa penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Berikut isi surat edaran Kemendikbud bernomor 03/9/SE/PD/2017:

Dengan hormat, kami sampaikan bahwa dalam rangka pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, maka bagi siswa penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diberikan layanan khusus dalam bentuk ujian sekolah yang dilaksanakan dengan mengacu pada Pedoman Implementasi Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada satuan pendidikan. 

Apabila di sekolah tidak terdapat guru yang kompeten mengampu pelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka ujian dilakukan oleh Pembina atau Pimpinan Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa setempat atau yang ditunjuk. Format rapor dan ijazah bagi siswa tersebut mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh direktorat pembina yang sesuai. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.