Senin, 27 Juni 22

Kemendikbud Gelar Sensus Kurikulum 2013

Kemendikbud Gelar Sensus Kurikulum 2013

Rapiudin
Jakarta-Meski Kurikulum 2013 sudah diterapkan sejak awal tahun ajaran baru 2013/2014 pada 15 Juli lalu, namun pelaksanaannya baru akan berjalan efektif pada 19 Agustus mendatang. Hal itu dikarena banyak sekolah yang libur selama bulan puasa dan materi yang diajarkan lebih kepada pembentukan karakter ketimbang pelajaran reguler.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurutnya,  pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi pasca pelaksanaan Kurikulum 2013 yang telah berjalan selama satu bulan. Kegiatan monitoring dan evaluasi akan dilakukan pada akhir Agustus atau awal September. Bentuknya bukan sampling, tetapi sensus terhadap sekolah, pelaksana dan sasaran kurikulum tersebut. Apalagi, aspek pertama yang dilihat dari kegiatan tersebut adalah soal  bahan ajar.

“Kegiatan ini akan melibatkan guru, peserta didik, kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, dan orangtua. Mereka akan diminta tanggapan dan kesan terhadap buku. Sebab, buku akan digunakan sebagai acuan buku untuk semester 2, yang saat ini sedang disusun,” terangnya.

Mendikbud menambahkan, selain pada aspek bahan ajar, aspek lainnya yang akan dimonitoring dan evaluasi adalah guru. Nantinya akan dilihat nilai rapor guru mulai saat pelatihan dan sesudah pelatihan.  Jika nilainya rendah maka akan dicek di lapangan sebagai proses pendampingan.

Menurut Nuh, pendampingan memang tidak dilakukan dari awal pelaksanaan kurikulum baru tersebut. Alasannya untuk memberikan kesempatan kepada guru melakukan kegiatan proses belajar mengajar.

“Selain dinilai terhadap penguasaan materi dan metodologi mengajar, para guru juga akan dinilai kemampuannya dalam melakukan evaluasi. Jika sebelumnya penilaian menggunakan sistem numerik, maka sekarang dengan sistem deskriptif,” katanya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.