Selasa, 9 Maret 21

Kemendagri Sudah Petakan Wilayah Terindikasi Kegiatan ISIS

Kemendagri Sudah Petakan Wilayah Terindikasi Kegiatan ISIS

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memetakan wilayah yang terindikasi rawan dijadikan tempat kegiatan kelompok ISIS untuk melakukan doktriniasi dan perekrutan anggota.

“Kita sudah punya peta-peta merah, ‎yang dekat itu Tangerang Selatan, itu banyak digunakan kegiatan,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai menggelar MoU di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (26/3/2015). ‎

Pihak telah melakukan langkah antisipasi untuk dapat membatasi pergerakan kelompok radikal tersebut dalam melakukan kegiatan-kegiatannya yang dapat menghasut masyarakat untuk ikut bergabung dalam kelompok ISIS. Salah satu caranya dengan menginformasikan seluruh Gubernur, Walikota, Bupati untuk berkoordinasi dengan Badan Intelejen Negara (BIN).

“Berkoordinasi dengan BIN, Kepolisian dan TNI semua menjadi satu memberikan pemahaman kepada struktur dibawah sampai kepala desa supaya memberi pemahanan kalo ada yang menginap di RT- RW-nya harus melaporkan,” kata Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo juga  meminta kepada  intelejen, Polri dan TNI untuk bersinergi guna melakukan pencegahan dini.”Kan ada pencegahan ada deteksi dini intelejen, bea cukai, kepolisian, TNI harus bersinergi supaya melakukan pengawasan yang tepat supaya tidak begitu mudahnya WNA masuk ke wilayah kita,” tuturnya.

Menurut dia, intelejen terus mengawasi perkembangan kelompok-kelompok radikal termasuk adanya penyusupan WNA yang masuk ke Indonesia dengan membawa misi penyebaran ISIS.‎

“Ya namanya inteljen enggak boleh kecolongan. Kalo namanya intelejen kecolongan bego itu namanya, Kan bagus toh (penggerebekan di Tangsel), Kan mampu dideteksei, ada bukti baru ditangkep. Kan jangan sampe intelejen kecolongan,” pungkasnya. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.