Rabu, 12 Agustus 20

Kemendag Gelar Pelatihan Ekspor-Impor Untuk Pengusaha Afganistan

Kemendag Gelar Pelatihan Ekspor-Impor Untuk Pengusaha Afganistan
* Ilustrasi belajar warga Afghanistan. (Dok: UNDP in Afghanistan)

Kabul, Obsessionnews.com – Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementeriana Perdagangan menggelar pelatihan ekspor-impor untuk para pengusaha Afghanistan di Kabul, Afghanistan.

Pelatihan pada 7-9 Mei 2018 yang bertajuk ‘Training on Export-Import Procedure’ ini untuk meningkatkan hubungan dagang dan neraca perdagangan Indonesia-Afghanistan di masa depan.

“Materi pelatihan menitikberatkan pada peningkatan neraca perdagangan Indonesia-Afghanistan lewat kegiatan ekspor dan impor. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan pengetahuan mengenai perdagangan internasional kepada para pengusaha,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda pada kesempatan terpisah di Jakarta , Senin (7/5/2018).

Pelatihan ekspor-impor di Afghanistan adalah tindak lanjut kunjungan bilateral Presiden RI Joko Widodo ke Afghanistan bulan Januari 2018.

Pelatihan yang diikuti 30 peserta ini juga menjadi bentuk dukungan Jokowi dalam upaya mewujudkan perdamaian bagi warga Afghanistan.

Para peserta terdiri atas pengusaha Afghanistan yang ingin melakukan kegiatan ekspor-impor dengan Indonesia, serta pejabat instansi pemerintah Afghanistan. Pelatihan ekspor-impor ini juga menjadi salah satu cara Indonesia meningkatkan ekspor ke negara tujuan ekspor nontradisional.

“Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta mampu memahami seluk-beluk proses ekspor dan impor. Khususnya, proses penyelesaian administrasi sesuai prosedur dan dokumen; sistem pembayaran ekspor, transportasi, dan penanganan kargo; keterampilan kalkulasi harga, serta berbagi informasi tentang produk potensial antar negara,” tegas Arlinda.

Seperti diketahui, nilai ekspor Indonesia ke Afghanistan tahun 2017 tercatat sebesar USD 20,2 juta, meningkat 24,69% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar USD 16,2 juta. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Afghanistan tahun 2017 tercatat sebesar USD 29 ribu, atau turun 6,45% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar USD 31 ribu.

Menurut Arlinda, pengusaha Indonesia berpeluang besar meningkatkan ekspor ke Afghanistan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar. Salah satunya terlihat dari jumlah buyer Afghanistan yang mengunjungi Trade Expo Indonesia tahun 2017 sebanyak 266 orang.

Kunjungan buyer Afghanistan tersebut menghasilkan transaksi dagang sebesar USD 64 ribu. Produk utama yang diminati antara lain perlengkapan rumah tangga, produk dari kayu, produk herbal, serta kertas dan produk kertas. (Popi)

 

Baca juga:

Jadi Imam Sholat di Afghanistan, Istana Bantah Bentuk Pencitraan Jokowi

Ini Alasan Jokowi Tak Mau Pakai Rompi Anti Peluru Saat Berkunjung ke Afghanistan

Saat Jokowi Jadi Imam Sholat Dzuhur di Afghanistan

AS Persenjatai Teroris di Afghanistan

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.