Kamis, 30 Juni 22

Kemenakertrans Bidik DKI Jakarta, Jateng, dan Jabar untuk KTM Tambora

Kemenakertrans Bidik DKI Jakarta, Jateng, dan Jabar untuk KTM Tambora

Salah satusudut jalan KTM Tambora (ist)

 

Gia
Jakarta– Untuk mewujudkan Tenaga Kerja dan Transmigran di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang produktif, berdayasaing dan sejahtera, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI membentuk dua Kota Terpadu Mandiri (KTM) di NTB. Salah satunya, KTM Tambora, Kabupaten Bima, Provinsi NTB. KTM Tambora ini rencananya akan disiapkan untuk warga Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

 

“Kita akan buat kota terpadu untuk menunjang wisata alam dan cagar alam Gunung Tambora. Kenapa Tambora? Karena Tambora itu benderanya masih merah-putih, penduduknya masih makan nasi, tanahnya juga subur. Giliterawangan dan Bali lewat,” ujar Ditjen P2MKT Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Anna Nikhita Sari dalam seminar “2 Abad Gunung Tambora Mengguncang Dunia Mapala Talaseta” di Universitas Pancasila, Jakarta, Rabu  (10/4/2013).


Disana juga lanjut Ana memiliki komuditas unggulan, “Berupa peternakan (Ternak sapi) dan perkebunan jagung yang berpotensi untuk dikembangkan di masa yang akan datang.”


Para calon transmigran KTM Tambora kata Anna tidak akan dibebankan biaya,”mereka tinggal datang kesana, semua kita fasilitasi, dan kita sudah bangunkan rumah.”
 
Namun lanjut Anna seleksi para transmigran akan sangat ketat karena transmigran yang akan diberangkatkan hanya sekitar 23 Kepala Keluarga, “Kita tidak akan sembarangan mengirimkan orang kesana, dan syarat utama adalah sudah berkeluarga agar lebih memiliki sikap bertanggungjawab saja apalagi ketika disana para transmigran itu akan memulai semuanya dari nol,”tegasnya.
 
KTM kata Anna juga merupakan upaya menciptakan sentra-sentra aktivitas bisnis yang menarik para investor baik dalam negeri maupun asing sebagai usaha menumbuh kembangkan kegiatan ekonomi transmigran masyarakat sekitar.

Anna Menggarisbawahi Kemenakertrans serta Pemerintah kabupaten Bima akan seleksi betul investor asing yang masuk.

 

“Kita harus melihat apa yang mereka mau ambil. Kita tidak mau mereka membangun tanpa melihat ekosistem sekitar,” tegasnya.

 

Anna juga mengatakan sudah ada investor asing yang tertarik dengan KTM Tambora, “Korea dan jepang, sekarang tahap negosiasi.”

 

Program ini sudah dirintis sejak 2007 dan saat ini telah membangun Terminal kelas C, “Targetan kami 2 atau 3 tahun lagi KTM Tambora selesai,” ujarnya.

 

Kota Terpadu Mandiri (KTM) adalah Kawasan yang tumbuh dan berkembang sebagai pusat produksi, pengolahan hasil, distribusi dan jasa dari wilayah pengembangan transmigrasi yang didesign sebagai arah pengembangan yang terstruktur dari Unit Permukiman Transmigrasi dan desa – desa sekitar dalam satu satuan jaringan infrastruktur dan satuan ekonomi wilayah. Dalam operasionalnya KTM dibangun secara terencana dan terpadu antar lintas sektor terkait, baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. Di Nusa Tenggara Barat sampai saat ini telah terbentuk 2 KTM, yaitu KTM Labangka Kabupaten Sumbawa dan KTM Tambora Kabupaten Bima. (rud)


Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.