Rabu, 2 Desember 20

Kemenag Tegaskan Penyusunan Materi Khotbah Masih Dalam Tahap Rencana

Kemenag Tegaskan Penyusunan Materi Khotbah Masih Dalam Tahap Rencana
* Khotib sedang menyampaikan khutbah Jumat (Foto : Ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) untuk menerbitkan panduan atau materi khotbah Jumat menuai berbagai reaksi dari publik. Ada yang sepakat namun ada juga yang tidak setuju.

Menanggapi polemik itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, bahwa program penyiapan khotbah Jumat ini masih dalam tahap rencana. Nantinya penyiapan materi khotbah akan dibahas bersama dengan tokoh agama, tokoh ormas, dan akademisi kampus.

“Kami punya ide pengayaan narasi khotbah Jumat. Tapi ini masih rencana yang akan dibahas bersama dengan tokoh ormas, tokoh agama, serta akademisi kampus perguruan tinggi keagamaan Islam,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Seperti diketahui Kemenag sedang mencoba agar para khotib dapat menyampaikan khotbah Jumatnya dengan cara yang baik dan materi yang menyejukkan. Diakui masih banyak khotib yang justru memprovokasi atau mempolitisasi terhadap suatu isu. Bahkan tak jarang masih ada ulama atau khotib yang menyampaikan khotbahnya cenderung ke arah radikal. Hal itu sangat membahayakan umat, khususnya masyarakat awam.

“Proses penyusunan naskahnya juga akan dilakukan oleh tokoh agama dan akademisi yang biasa berdakwah dan menyampaikan khotbah,” lanjutnya.

Menurut Kamaruddin, penyusunan naskah khotbah ini akan diawali dengan pembahasan terkait signifikansi dan tema. Para penyusun akan merusmuskan bersama kebutuhan pesan keagamaan masyarakat kontemporer lalu dituangkan dalam rumusan tema.

“Tema seputar pengarusutamaan moderasi beragama akan menjadi salah satu yang dibahas bersama. Termasuk tema-tema keagamaan lainnya, baik seputar ubudiyah maupun mu’amalah,” ujar Kamaruddin.

“Termasuk juga tema-tema sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Islam,” lanjutnya.

Kamaruddin berharap, naskah khotbah yang disusun dan disepakati ini bisa menjadi rujukan alternatif bagi para pendakwah. “Ini juga menjadi bagian dari fasilitasi kita dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait isu-isu aktual dalam perspektif keagamaan,” tandasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.