Senin, 18 November 19

Kemenag Seleksi Peserta Imam Masjid Mancanegara

Kemenag Seleksi Peserta Imam Masjid Mancanegara
* Peserta pra seleksi imam masjid mancanegara di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat. (Foto: Bimas Islam Kemenag)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Kementerian Agama (Kemenag) melakukan pra seleksi terhadap 433 peserta imam masjid untuk mancanegara.  Mereka berasal dari Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Seleksi digelar di Auditorium HM Rosjidi Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018).

Sebelumnya pra seleksi dilaksanakan di 31 provinsi yang dipusatkan di Kanwil Kemenag provinsi pada 15 – 18 Januari 2018. Dalam pelaksanaannya, panitia menggandeng Dewan Hakim MTQ Nasional dan Internasional.

Kementerian Agama
Peserta yang lolos pra seleksi imam masjid di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) akan mengikuti seleksi lanjutan yang dipimpin Komite Seleksi Lembaga Urusan Islam dan Wakaf Persatuan Emirat Arab (PEA). (Foto: Bimas Islam Kemenag)

Mereka yang lolos pra seleksi akan mengikuti seleksi lanjutan yang dipimpin Komite Seleksi Lembaga Urusan Islam dan Wakaf Persatuan Emirat Arab (PEA).

Direktur Penerangan Agama Islam Khoirudin memberikan apresiasi kepada para peserta pra seleksi. Dia berjanji akan terus memfasilitasi kegiatan serupa dan mendorongpara hafiz potensial untuk menjadi delegasi Indonesia sebagai imam masjid di mancanegara.

“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi antusiasme adik adik semua, ini sangat mengharukan. Kehadiran saudara semua membuktikan bahwa kita selalu siap saat ada panggilan untuk berdakwah, baik di dalam maupun luar negeri,” tutur Kahoirudin saat membuka acara pra seleksi seperti dilansir situs resmi Kemenag, Kamis (25/1).

Ia menjelaskan, sekitar 100 peserta terbaik akan ditugaskan menjadi Imam Masjid yang ditempatkan di masjid-masjid wilayah Persatuan Emirat Arab.  Adapaun bagi peserta yang tidak lolos Kemenag berencana memberdayakan mereka untuk mengisi masjid-masjid di kementerian, lembaga tinggi negara, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Insya Allah bagi yang tidak mendapat tugas sebagai Imam ke PEA, kita akan upayakan kerja sama dengan instansi pemerintah, seperti masjid kementerian, lembaga tinggi negara, lembaga pemerintah non-kementerian, dan BUMN,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.