Senin, 27 Juni 22

Kemenag Selamatkan Aset Negara

Kemenag Selamatkan Aset Negara
 

 

A.Rapiudin

 

Jakarta– Kementerian Agama telah menyelamatkan aset negara yang dikuasai pihak lain  dalam bentuk bangunan dan tanah di 29 lokasi. Penyelamatan aset negara yang dilakukan sejak 2007 itu telah menarik aset tanah seluas 460.928 M2.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri  (Wamen) Agama Nazaruddin Umar ketika memaparkan kinerja Kementerian Agama Tahun 2012 pada Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR tentang Evaluasi Pelaksanaan APBN dan Kinerja Kementerian Agama Tahun 2012, serta Tindak Lanjut Ikhtisar Hasil Akhir Pemeriksaan Semester I BPK RI Tahun 2012, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/4).
 
Menurut Nazaruddin, proses penyelamatan aset ini sudah dilakukan oleh Kementerian Agama sejak tahun 2007. “Masalah penyelamatan aset ini juga sangat penting dan menjadi concern Kementerian Agama,” terangnya.
Wamen menambahkan, upaya Kemenag cukup berhasil.  Sebab,  aset Kementerian Agama meningkat menjadi Rp33,14 triliun pada 2012, dari sebelumnya sebesar Rp6,75 triliun pada 2007.

 

Selain soal penyelamatan aset negara, Wamen juga mengungkapkan pelaksanaan pilot project assessment system dalam rangka peningkatan kualitas manajemen pegawai sebagai bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi di bidang kepegawaian yang digunakan untuk pengembangan, rotasi, dan promosi jabatan.

 

“Pilot project ini penting bagi tersedianya peta dan proyeksi kebutuhan pegawai sesuai kompetensi jabatan di setiap satuan kerja,” ujarnya.

Menurut Nazaruddin, pilot project ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas kompetensi yang dimiliki oleh PNS di lingkungan Kemenag. Gambaran ini penting, karena nantinya akan digunakan sebagai dasar  pengangkatan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional, pengembangan potensi dan kompetensi, penentuan kebutuhan diklat berbasis kompetensi serta  pemetaan potensi dan kompetensi PNS. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.