Senin, 30 Januari 23

Kemenag Beri Penguatan Bahasa dan Moderasi Beragama kepada 135 Penerima Beasiswa Luar Negeri

Kemenag Beri Penguatan Bahasa dan Moderasi Beragama kepada 135 Penerima Beasiswa Luar Negeri
* apat Koordinasi Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Persiapan Studi Lanjut. (Foto: Humas Kemenag)

Nusa Dua, obsessionnews.com – Kementerian Agama Kemenag memberi penguatan kompetensi bahasa asing kepada 135 dosen dan alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) penerima beasiswa S2 dan S3 di luar negeri. Pembekalan yang dikemas dalam Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) berlangsung di Nusa Dua, Bali..

Baca juga:

Majukan Pendidikan dan Keagamaan, Kemenag Kembali Beri Beasiswa kepada 330 Putra-Putri Papua

Pengembangan Pesantren, Kemenag Siapkan Beasiswa, BOS, PIP Hingga Bantuan Sarpras

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, program beasiswa harus didukung dengan persiapan yang tidak hanya membekali kemampuan bahasa asing, tetapi juga aspek akademik, pemahaman budaya, wawasan kebangsaan, termasuk moderasi beragama.

“Mereka yang akan belajar di kampus luar negeri akan membawa wajah Indonesia di hadapan dunia internasional,” kata Muhammad Ali Ramdhani saat membuka Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Penyelenggara PPSL di Nusa Dua, Jumat (19/11/2021).

Dikutip dari situs resmi Kemenag, Sabtu (20/11), dalam kesempatan tersebut Ramdhani menekankan agar pengelola beasiswa Kemenah terus mengedepankan transparansi, integritas dalam proses seleksi, maupun program-program pendukung.

Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Amin Suyitno, menuturkan, PPSL merupakan program inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi bahasa asing dan proposal riset penerima beasiswa.

“Masalah kemampuan bahasa asing dan proposal riset menjadi salah satu titik lemah yang harus dibenahi dalam mempersiapkan program S2 dan S3. Sehingga, akan semakin banyak para dosen, tenaga kependidikan, dan alumni PTKI yang akan studi pada jenjang S2 dan S3 di berbagai kampus luar negeri,” terang Suyitno.

Ketua PMU 5000 Doktor Luar Negeri Yeni Ratna Yuningsih melaporkan, PPSL pertama ini diikuti 135 peserta, yang akan tersebar di 11 perguruan tinggi penyelenggara. Program ini akan dilaksanakan selama satu bulan. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.