Selasa, 26 Oktober 21

Kembalikan Golkar Kepada Keluarga Cendana

Kembalikan Golkar Kepada Keluarga Cendana
* Akbar Tandjung, Tommy Soeharto, Aburizal Bakrie, dan Titiek Soeharto dalam sebuah acara.

Jakarta, Obsessionnews – Desakan agar Golkar kembali dipimpin oleh keluarga Cendana terus disuarakan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Himpunan Masyarakat Indonesia (HMPI). Keluarga Cendana julukan populer untuk keluarga almarhum Soeharto, pendiri Golkar dan Presiden kedua RI. Soeharto juga Ketua Dewan Pembina Golkar sejak partai berlambang pohon beringin ini didirikan 20 Oktober 1964 hingga 1998.

Soeharto bersama keluarga.
Soeharto bersama keluarga.

HMPI menjagokan putra bungsu Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, untuk merebut posisi ketua umum (ketum) pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar yang akan digelar pada April 2016. (Baca: Titisan Soeharto, Tommy Layak Pimpin Golkar)

Tommy selama ini dikenal sebagai pembalap. Namanya mulai mencuat di pentas politik ketika menjadi kandidat ketum dalam Munas Golkar di Pekanbaru, Riau, tahun 2009. Namun, saat itu ia kalah melawan Aburizal Bakrie. Kendati demikian di kepengurusan Golkar periode 2009-2015 hasil Munas Riau tersebut Tommy diberi tempat di Dewan Pertimbangan sebagai anggota. Sedangkan kakaknya, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, masuk sebagai pengurus harian, yakni menduduki posisi Wakil Sekretaris Jenderal. (Baca: Tommy Soeharto Anugerah di Balik Prahara Golkar?)

Nama Tommy kembali melejit ketika terjadi perpecahan di tubuh Golkar pasca Pilpres 2014. Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Ical dan kubu Agung Laksono. Pemicu konflik di Golkar adalah penyelenggaraan Munas di Bali, 30 November – 3 Desember 2014, di mana Ical kembali terpilih menjadi ketum. Munas Bali itu ditentang oleh tokoh-tokoh yang tergabung dalam Presidium Penyelamat Partai Golkar, yang kemudian membuat Munas tandingan di Ancol, Jakarta, 6-8 Desember 2014. Dalam Munas ini Agung Laksono terpilih sebagai ketum. (Baca: Figur Tommy Soeharto Bisa Sedot Pemilih Muda)

Konflik di partai beringin semakin memanas ketika Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tak mengakui Munas Bali. Sebaliknya Kemenkumham mengakui kepengurusan Golkar Munas Ancol. Kasus ini kemudian bergulir ke meja hijau.

Di saat Golkar dilanda prahara itu sejak 2015 Tommy gencar menyerukan agar Golkar kembali bersatu. Ia juga mendesak diselenggarakannya Munaslub untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan di Golkar. Sementara itu ormas yang didirikannya, HMPI, mendukung Tommy untuk merebut posisi ketum di Munaslub. HMPI yang menjadi motor Poros Golkar-Tommy Soeharto aktif turun ke berbagai daerah untuk menggalang dukungan buat Tommy. (Baca: Tommy Soeharto Siap 100% Pimpin Golkar)

“Sudah saatnya Golkar kembali dipimpin oleh keluarga Cendana. HMPI menganggap Mas Tommy pantas menjadi ketum Golkar. Insya Allah jika Mas Tommy terpilih menjadi ketum, Golkar akan berjaya lagi seperti saat dipimpin Pak Harto,” kata Sekjen Majelis Pimpinan Nasional (MPN) HMPI Tri Joko Susilo ketika dihubungi Obsessionnews.com, Rabu (2/3/2016).

Selain Tommy, nama Titiek Soeharto juga santer disebut-sebut berpotensi besar untuk menjadi ketum Golkar.

Apakah keluarga Cendana akan kembali memegang kendali kepemimpinan di Golkar? Waktulah yang akan menjawab. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.