Minggu, 17 Oktober 21

Kembali Tangkap Kapal Ikan China, RI akan Kirim Nota Protes

Kembali Tangkap Kapal Ikan China, RI akan Kirim Nota Protes

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kembali menggelar operasi penangkapan terhadap kapal pencuri ikan yang beroperasi di perairan Indonesia. Kali ini tim satgas KKP yang menumpangi KP Hiu 11 berhasil menangkap Kapal ikan asal China, KM Kway Fey 10078.

“Posisi kapal ikan asing berada di perairan Indonesia,” ungkap Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, Jakarta, Minggu (20/3/2016).

Susi mengatakan operasi penangkapan itu terjadi di perairan Natuna, Kepulauan Riau, pada, Sabtu (19/3/2016), pukul 14.15 WITA, dengan posisi kapal saat itu berada pada di perairan Indonesia, atau jarak 2,7 mil haluan 67 derajat.

“Kita kejar tapi kapal tidak mau berhenti. Pihak kapal pengawas lalu memberikan tembakan peringatan, namun kapal tersebut tetap berusaha melarikan diri dengan zig zak,” ujar Susi.

KM Kway Fey berkapasitas kurang lebih 300 gross ton tidak dapat diambil sebagai barang bukti, karena diselamatkan oleh kapal Coastguard asal China, sementara 8 ABK diamankan oleh petugas untuk proses hukum lebih lanjut.

“Ke depan, kejadia seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.

Atas peristiwa ini, Menteri Susi akan memanggil Duta Besar China untuk menjelaskan perihal penangkapan. Susi meminta pemerintah China untuk menghormati kedaulatan Indonesia dan menghargai upaya serius dari pemerintah Indonesia dalam memerangi illegal fishing.

“Ini tidak boleh seperti itu, karena kita hormati negara besar seperti Tiongkok tapi sebaliknya Tiongkok bisa hormati kedaulatan Indonesia,” kata Susi.

Tidak hanya itu, Menteri Susi juga akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Masudi untuk menyiapkan nota protes kepada pemerintah China. Sebab negara itu dianggap tidak tegas dalam memperingatkan kapal ikan mereka menangkap ikan secara illegal di Indonesia.

“Saran tindak, kita akan membangun operasi terintegrasi semua stakeholder termasuk aset udara,” lanjut dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.