Rabu, 29 September 21

Kemarahan Habib Rizieq dan Upaya Penangkapan Polda

Kemarahan Habib Rizieq dan Upaya Penangkapan Polda
* Habib Rizieq Shihab.

Jakarta, Obsessionnews.com – Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sudah mendengar kabar penetapan tersangka atas dirinya oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pornografi berupachat seks antara dirinya dengan Firza Husein.

Pengacara Rizieq, Kapitra Ampera menyatakan, kliennya marah besar dengan keputusan polisi menetapkan tersangka terhadap dirinya. Rizieq pun mengaku tidak takut dan akan melakukan perlawanan secara hukum dan politik.

“Tadi Habib Rizieq memberi informasi kepada saya, dia marah besar dan akan melakukan perlawanan hukum dan politik,” ujar, Kapitra Ampera di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017) malam.

Menurutnya, perlawanan terhadap polisi akan dilakukan karena pihak Rizieq meyakini kasus hukumnya direkayasa dan sarat dengan muatan politik. Tak hanya itu, pasal yang digunakan untuk menjerat Rizieq juga dianggap sumir.

“Ini sangat cacat hukum dan melanggarprocess of law dan asas legalitas, termasuk melanggar Perkap Kapolri Nomor 14 Tahun 2012. Itu yang saya sebutkan ada indikasi ini tirani penegakan hukum,” kata dia.

Tidak hanya itu kejangalan lain adalah Rizieq sampai ini belum menerima surat resmi penetapan tersangka kasus pornografi dari penyidik Polda Metro Jaya. Mereka baru mengetahui peningkatan status Rizieq melalui pemberitaan di sejumlah media massa.

“Saya 2 menit yang lalu masih komunikasi dengan Habib Rizieq via chat. Beliau kondisinya sehat. Tapi pokoknya perang hukum dimulai,” tegas Kapitra.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Aego Yuwono mengatakan, pihaknya akan menerbitkan red notice surat penangkapan jika Habib Rizieq tidak kunjung pulang ke Indonesia. Saat ini Rizieq disebut berada di wilayah Arab Saudi.

“Red notice itu kan ada aturannya, ada pentahapannya. Kita tidak bisa langsung mengeluarkan red notice,” ujar Argo kepada detikcom, Selasa (30/5/2017).

Argo mengatakan, untuk saat ini, penyidik baru menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Rizieq. Walau sudah mengetahui Rizieq ada di luar negeri, namun penyidik tetap akan melakukan upaya penangkapan Rizieq dengan mencarinya di alamat rumahnya terlebih dahulu.

“Kita cek ke alamatnya, ada enggak. Kalau enggak ada ya sudah kita bawa lagi ke kantor. Kan itu prosedur, tetap harus kita laksanakan,” imbuhnya.

Setelah dipastikan Rizieq tidak ada di dalam negeri, polisi selanjutnya akan menerbitkan DPO (Daftar Pencarian Orang) atas Habib Rizieq. Setelah penerbitan DPO dan Rizieq tak kunjung datang juga, baru polisi akan menerbitkan red notice. Namun, ia berharap Rizieq pulang dengan kesadaran hukum.

“Kalau dia enggak datang juga, yo baru terbitkan red notice, kita mintakan ke Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri,” urainya.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi berupa chat seks yang diduga melibatkan dirinya dengan Firza Husein. Firza sendiri lebih dulu telah berstatus tersangka kasus serupa. Bahkan berkasnya telah dilimpahkan ke kejaksaan.

Sama seperti Firza Husein, Rizieq Shihab juga dijerat dengan Pasal 4, 6, dan 8 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dia terancam hukuman di atas lima tahun penjara. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.