Kamis, 2 Februari 23

Keluarga: Irma Bule Tewas Digigit Kobra Direncanakan?

Keluarga: Irma Bule Tewas  Digigit Kobra Direncanakan?
* Irma Bule.

Kerawang, Obsessionnews Buntut kematian pedangdut sekaligus penari ular, Irma Bule (29), yang dipatut ular king cobra meluas. Keluarga Irma menuding ada pihak tertentu yang merencanakan kematiannya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Irma meninggal dunia setelah digigit ular saat manggung pada pesta pernikahan di Desa Lemahabang, Kecamatan Wadas Karawang, Jawa Barat, Minggu (3/4/2016) lalu. Ular jenis king cobra yang diajak menari oleh Irma itu secara tiba-tiba mengigit bagian pahanya. Meski sempat dibawa ke RSUD Karawang, penyanyi bernama asli Irmawati itu meninggal dunia karena tidak sempat tertangani oleh dokter.

irma-bule

baca juga:

Inul Sumbangkan Honornya Buat Irma Bule

King Kobra yang Dibawa Irma Bule Milik Mbah Bogel

Keluaga Irma Tuntut Pawang Ular

Irma Bule Tewas Dipatuk Kobra

Maman, paman Irma, membeberkan beberapa fakta yang tidak biasa ketika wanita seksi ini akan manggung. Irma ketika manggung di hari nahas itu dijemput. Kejadian itu tidak biasanya terjadi. Apalagi ular yang dipakai tidak dilakban dulu mulutnya. Semua kegiatan seperti tidak biasanya ketika Irma Bule mau pentas.

“Karena keponakan saya (Irma) dari rumah dijemput. Sudah disiapkan semuanya, ularnya juga enggak dilakban mulutnya, tahu-tahu pentas. Bisanya enggak begitu. Kalau soal unsur sengaja atau tidak, tinggal kepolisian saja yang usut,” kata Maman.

Lebih lanjut, ular dan pawang yang digunakan bukan yang biasa dipakai Irma Bule. “Ularnya juga memang ada yang sudah disiapkan. Itu bukan pawang yang biasa Irma pakai. Irma,” lanjutnya.

Encum, ibunda Irma, juga menambahkan, biasanya sebelum pentas ular sudah diikat mulutnya, kemudian dikasih penenang. Jadi ini bukan ular yang biasa.

“Iya bukan (ular) yang biasa. Kalau punya Neng (Irma) biasa mulut ularnya diikat, dikasih obat (penenang), dijampi-jampi dulu, dibisikin, nanti menarinya bareng,” jelas Encum.

Sementara paman Irma Bule mengatakan pawang ular itu harus bertanggung jawab. Tidak hanya pawang ular tapi juga pihak penyelenggara saat itu.

“Ya dilanjutkan ke jalur hukum, kalau memang dia (pawang) lalai harus ada tanggung jawabnya. Ya siapa yang nggak sakit hati kayak gini. Termasuk tim penyelenggaranya, organ tunggalnya, harus bertanggung jawab soal itu,” ujar Maman.

Sementara suami almarhumah Irma , Andri (35)  mempertanyakan pertanggungjawaban pihak panitia acara yang menyewa Irma. Bahkan kata Andri ucapan bela sungkawa dari pihak panitia kepada keluarga yang ditinggalkan sama sekali tidak ada.

“Dari pihak yang bertanggung jawab (panitia acara) tidak ada sama sekali datang. Belasungkawa nggak ada, kok sampai segitu,” kata Andri.

Padahal, kata Andri, pihak keluarga hanya ingin mempertanyakan kronoligis kejadian kepada pihak penyelenggara acara.

“Saya pengen menanyakan gimana gimananya. Tapi enggak ada (yang datang). Apakah enggak ada rasa kemanusiannya atau gimana,” ungkapnya dengan nada terbata-bata.

Andri mengatakan istrinya selama ini menganggap bernyanyi itu sebagai hobi, bukan pekerjaan.

Ia juga mengaku tak pernah menanyakan secara jauh soal aktivitas istrinya, khususnya soal bayaran tiap kali manggung.

“Kalau itu (penghasilan) dari awal saya enggak pernah menanyakan,” pungkasnya. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.