Minggu, 3 Maret 24

Keluarga Berisiko Stunting di Lebak Terima Bantuan Pangan Berupa Daging Ayam dan Telur

Keluarga Berisiko Stunting di Lebak Terima Bantuan Pangan Berupa Daging Ayam dan Telur
* Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN Marianus Mau Kuru menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga risiko stunting di Kabupaten Lebak. (Foto: ANTARA/Mansyur)

Obsessionnews.com – Sebanyak 13.876 Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Lebak, Banten, memperoleh bantuan pangan berupa telur sebanyak 10 butir dan daging ayam beku satu ekor dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, pada Selasa (5/12/2023) mengatakan, bantuan pangan tersebut untuk meningkatkan gizi anak-anak KRS agar tidak menjadi stunting.

Ia mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut didistribusikan sejak Juli lalu sampai terakhir Desember 2023 di 28 kecamatan, Lebak, Banten.

“Kami berharap bantuan pangan itu bisa berlanjut pada tahun 2024,” kata Tuti.

Baca juga: Edukasi Stunting Secara Menyenangkan Lewat Permainan “Nutrition Impact”

Menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) berkolaborasi melakukan intervensi terhadap anak stunting dan KRS melalui penyaluran pangan, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan balita, hingga pencatatan calon pengantin dan edukasi pencegahan stunting.

Upaya yang dilakukan pemerintah itu, kata dia, untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2045 sehingga tidak ada lagi di Kabupaten Lebak kasus stunting. Pihaknya bekerja keras dengan semua instansi terkait juga lembaga negara seperti TNI, Polri, pengadilan, dan kejaksaan,  untuk mengatasi stunting itu.

Selama ini, kata dia, penanganan stunting relatif baik, bahkan patut diapresiasi karena angka prevalensi stunting di Kabupaten Lebak menurun dari 4.618 anak, menjadi 3.736 anak sampai Oktober 2023.

“Kami optimistis kasus stunting turun menjadi 14 persen tahun 2024 bisa terealisasi sesuai harapan Presiden Joko Widodo,” katanya.

Sementara itu Aminah, salah satu warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan selain menerima bantuan pangan, ia juga mendapatkan bantuan paket sembako dari BKKBN pusat pada kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting tersebut.

Penerimaan bantuan paket sembako juga didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) penanganan stunting. (Antara/Arfi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.