Minggu, 15 September 19

Keluar dari Kemelut, PT Nindya Karya Raih Vendor Terbaik

Keluar dari Kemelut, PT Nindya Karya Raih Vendor Terbaik
* Ilustrasi PT Nindya Karya. (Foto : dok PT Nindya Karya.

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Nindya Karya (Persero) sudah bangkit dari keterpurukan. Salah satu perusahaan BUMN pernah mencatat akumulasi rugi hingga Rp 400 miliar di 2010. Kini PT Nindya Karya mampu keluar dari kemelut yang pernah dihadapi hingga pada Jumat (1/3/2019) dinobatkan sebagai vendor terbaik tahun 2018 versi PT Angkasa Pura (AP) II.

BUMN Karya itu juga menjadi peraih vendor terbaik untuk kategori proyek dengan nilai proyek di atas Rp100 miliar. Penghargaan diserahkan sebagai vendor terbaik kepada NK diserahkan langsung oleh Dirut PT AP II Muhammad Awaludin pada ajang “Vendor Appreciation Night” di Jakarta.

M.Awaluddin mengatakan pengharaan ini diberikan manajemen AP II atas kinerja dan dukungan para vendor selama tahun 2018 lalu. Penilaian dilakukan secara terbuka dan objektif, dengan beberapa parameter yang ditentukan Dewan Juni “Vendor Appreciation Night” tahun 2018 itu.

“Dasi berbagai parameter yang telah ditentukan, akhirnya diperoleh puluhan nominator. Dan nasilnya diumumkan malam ini,” papar Awauddin.

Pejabat BUMN itu berharap apresiasi ini dapat memicu kinerja dan prestasi perusahaan yang makin baik. Selain itu juga ada persaingan yang sehat dan kompetetif di antara ratusan vendor di AP II. “Sekaligus mendukung kinerja dan peningkatan pelayanan khususnya di lingkungan AP II baik di kantor psuat atau cabang di daerah,” tegas Awaluddin.

PT Nindya Karya juga berhasil meraih 5 (lima) penghargaan dalam ajang BUMN Marketeers Awards 2019. Kelima penghargaan tersebut yaitu: Silver Winner untuk kategori The Most Promising Company In Marketing 3.0; Silver Winner untuk kategori The Most Promising Company In Enterpreneurial SOEs; Silver Winner untuk kategori The Most Promising Company In Tactical Marketing; Silver Winner untuk kategori The Most Promising Company In Strategic Marketing; dan Bronze Winner untuk kategori The Most Promising Company In Branding Campaign.

Keberhasilan Nindya Karya dalam meraih kelima penghargaan tersebut merupakan pengakuan pihak eksternal atas komitmen Perusahaan dalam memenuhi aspek kreativitas, inovasi, semangat kewirausahaan dan kepemimpinan yang baik dalam penyelenggaraan aktivitas usaha khususnya di bidang pemasaran.

“Tantangan BUMN makin berat karena dihadapkan pada kondisi serba tidak bisa diprediksi, baik itu ekonomi, teknologi sampai politik. Makanya dibutuhkan pendekatan manajerial berbeda, yaitu dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, kewirausahaan dan kepemimpinan”, ujar Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya selaku penyelenggara acara.

Nindya Karya berhasil meraih penghargaan-penghargaan tersebut setelah melewati fase penjurian yang diikuti 60 perusahaan dan masuk dalam 40 perusahaan yang berhasil mengikuti tahapan seleksi sampai akhir kompetisi.

Tidak hanya itu, PT Nindya Karya (Persero) juga meraih 4 penghargaan atas Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam puncak peringatan Bulan K3 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Adapaun penghargaan yang diterima Nindya yaitu penghargaan atas Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kategori Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award), Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kategori : Terbaik, serta Atas Capaian Kepatuhan Pelaksanaan Perundang – Undangan Ketenagakerjaan Diatas 80% (Delapan Puluh Persen).

Pada masa kritisnya, BUMN konstruksi PT Nindya Karya (Persero) pernah menghadapi tuntutan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) selama 3 kali. Meskipun akhirnya Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan PKPU dari pihak supplier, PT Uzin Uts Indonesia (UUI). Aksi tuntutan tetap dilayangkan kembali meskipun Nindya Karya telah melakukan upaya pelunasan namun ditolak si pemohon PKPU.

Aksi permohonan PKPU tidak lepas dari kinerja perseroan yang terpuruk sebelum dilakukan program restrukturisasi mulai 2011. Berangkat dari program restrukturisasi, saat itu Nindya Karya yang berada di bawah pengawasan PT Perusahaan Pengelola Aset (persero) mulai bangkit. Banyak proyek besar yang dikerjakan seperti jembatan sepanjang 1,8 Km di terminal peti kemas Teluk Lamong, Jawa Timur. Hingga proyek raksasa yang bakal diikuti Nindya Karya adalah pengembangan jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya bersama konsorsium BUMN.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.