Kamis, 23 September 21

Kelompencapir Gelar Diskusi Peran Notaris Sebagai Agen Sosialisasi Bagi Kemajuan Koperasi

Kelompencapir Gelar Diskusi Peran Notaris Sebagai Agen Sosialisasi Bagi Kemajuan Koperasi
* Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, SH. MH., M.Kn. (Teh Dete), menggelar diskusi yang ke-18 dengan tema Peran Notaris Sebagai Agen Sosialisasi Bagi Kemajuan Koperasi. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnnews.com Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, SH. MH., M.Kn. (Teh Dete), menggelar diskusi yang ke-18 dengan tema Peran Notaris Sebagai Agen Sosialisasi Bagi Kemajuan Koperasi.

Acara tersebut digelar secara daring pada Selasa, 13 Juli 2021. Hadir perwakilan notaris dan beberapa pelaku UMKM di bawah binaan Teh Dete dengan pembicara utama Ahmad Zabadi, SH., MM. selaku Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Pada kesempatan tersebut Zabadi memberikan pesan kepada para notaris agar bisa terus mendukung dan memfasilitasi teman-teman koperasi dan UMKM. Ia berharap notaris tidak melihat koperasi hanya sebagai sebuah entitas mati.

“Namun ada proses pemberdayaan yang sebaiknya didukung oleh para notaris,” ujar Zabadi.

Dia juga menegaskan, meskipun memang lebih banyak kerja sosial di awal-awal terutama dalam proses pemberdayaan, para notaris harus ikhlas melakukannya dengan niat yang mulia, niat ibadah.

“Bahagia kerja di koperasi ini sebagai ladang amal, karena ada proses pemberdayaan kita ingin mengajak ke seluruh alam bangsa kita,” ungkapnya.

Selain itu, dukungan para notaris ini sebagai ladang amal, juga akan menjadi sebuah peluang baru di masa depan. Ketika kemudian berhasil mengantarkan koperasi ini naik kelas menjadi skala besar, kemudian di sektor riil juga bertumbuh maka dengan sendirinya akan menjadi sebuah peluang berikutnya dari tanam budi yang diberikan dari teman-teman notaris ini.

“Insya Allah ketika koperasi tersebut besar, mereka nggak akan pindah ke lain hati. Apapun transaksinya. Pahalanya pun dapat,” tutur Zabadi.

Peluncuran Buku Teh Dete Penggerak Koperasi & UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Teh Dete juga meluncurkan sebuah buku karyanya berjudul Teh Dete Penggerak Koperasi & UMKM. Buku tersebut berisi tulisan-tulisan Teh Dete selama pandemi, serta tips bagaimana bisa bertahan di tengah pandemi.

Selain itu buku tersebut juga berisi testimoni para pelaku UMKM di bawah binaannya yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) dengan merek kolektif Lupba.

“Semoga buku ini dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi dunia perkoperasian di Indonesia,” ujar Teh Dete.

Dalam bukunya tersebut Teh Dete juga memaparkan bahwa menjadi pelaku UMKM bukanlah keterpaksaan, seperti apa yang menjadi citra masyarakat selama ini. Banyak orang berpikir menjadi pelaku UMKM bukanlah suatu pekerjaan yang diidam-idamkan atau membanggakan, tapi lebih disebabkan faktor keterpaksaan akibat kena PHK, pensiun, atau dipilih karena tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran.

Cara pandang seperti ini harus diubah, karena UMKM bukanlah orang-orang yang terpinggirkan melainkan lebih kepada kegiatan entrepreneurship.

“Jadi, kita perlu sama-sama mengubah mindset ini, sehingga timbul rasa percaya diri. Apalagi di tengah situasi pandemi, banyak pelaku UMKM yang terpuruk dalam jurang kebangkrutan,” tegas Teh Dete.

Sementara itu Elly Simanjuntak selaku perwakilan dari penerbit buku, Obsession Media Group memberikan apresiasi besar terhadap Teh Dete, bahwa di tengah pandemi Teh Dete bisa melakukan satu gebrakan untuk merangkul UMKM dan menyosialisasikan koperasi.

“Koperasi selama ini dilihat kurang berkelas, ini harus dikampanyekan, dan semangat ini yang ingin dikampanyekan Teh Dete,” ujar Elly.

Sementara itu I Made Pria Dharsana notaris dari Bali berharap buku ini bisa menjadi nilai-nilai positif bagi masyarakat Indonesia. “Apalagi melihat budaya literasi bangsa kita yang sangat rendah,” ujarnya.

I Made berharap buku ini tak hanya mampu meningkatkan perekonomian bangsa tapi juga mampu meningkatkan literasi membaca.

Tak ketinggalan Zabadi yang juga memberikan apresiasi besar terhadap Teh Dete, terutama pada gagasannya membuat merek kolektif Lupba.

“Ini sebuah gagasan yang tidak boleh lagi hanya menjadi slogan tapi menjadi pilihan untuk para UMKM kita. Karena memiliki merek sendiri itu, tidak mudah effortnya dan membutuhkan biaya yang sangat mahal,” tegas Zabadi.

Zabadi juga mengucapkan terima kasih kepada Teh Dete atas dedikasi dan semangatnya yang luar biasa kepada para pelaku koperasi dan UMKM.

“Kami merasa terbantu. Rasanya tepat sekali jika Teh Dete menjadi ambassador untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan koperasi dan UMKM. Teh Dete ini luar biasa, di tengah kesibukannya yang padat masih sempat menulis. Ini menunjukkan perhatian dan komitmen Teh Dete terhadap koperasi dan UMKM yang sangat besar. Kami berikan apresiasi dan ucapan terima kasih, selamat atas launching buku baru,” ucap Zabadi. (Ita)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.